
Pertumbuhan Transaksi QRIS di Kepri Mencapai 400 Persen
Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara. Peningkatan ini terutama berasal dari wisatawan Malaysia dan Singapura, yang mengalami kenaikan sekitar 400 persen secara tahunan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, menjelaskan bahwa hingga September 2025, jumlah transaksi QRIS lintas negara mencapai:
- Malaysia: 97.780 transaksi dengan nilai Rp28,79 miliar
- Singapura: 17.630 transaksi dengan nilai Rp6,02 miliar
- Thailand: 728 transaksi dengan nilai Rp188,7 juta
Menurutnya, pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan minat wisatawan untuk bertransaksi langsung di Kepri tanpa perlu menukar mata uang terlebih dahulu. Ia menyampaikan bahwa transaksi QRIS dari Singapura dan Malaysia tumbuh sekitar 400 persen secara tahunan, yang merupakan potensi luar biasa bagi sektor wisata dan UMKM.
"Kita melihat transaksi QRIS dari Singapura dan Malaysia tumbuh sekitar 400 persen secara tahunan. Ini potensi luar biasa bagi sektor wisata dan UMKM. Wisatawan bisa langsung bertransaksi tanpa repot menukar mata uang," ujarnya.
Lonjakan Penggunaan QRIS di Kepri
Secara keseluruhan, penggunaan QRIS di Kepri juga mengalami lonjakan pesat. Hingga September 2025, volume transaksi QRIS mencapai 64,94 juta transaksi atau tumbuh 181,93 persen dengan nilai Rp7,71 triliun. Sebagai perbandingan, total nilai transaksi QRIS di Kepri pada sepanjang 2024 hanya mencapai Rp5,03 triliun.
βDi September saja sudah berada di angka Rp7,7 triliun. Angka ini masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun,β tambahnya.
Dampak Positif Digitalisasi Sistem Pembayaran
Rony menilai peningkatan transaksi digital ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Kepri semakin adaptif terhadap sistem pembayaran non-tunai. Hal ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor perbankan dan perekonomian daerah.
βQRIS bukan hanya memudahkan pembayaran. Ia memperkuat pencatatan transaksi, mendorong transparansi, dan meningkatkan konektivitas ekonomi. Untuk UMKM, ini peluang agar bisa bersaing di tingkat nasional bahkan global,β jelasnya.
Upaya BI Kepri dalam Memperluas Akses QRIS
Untuk mendukung pertumbuhan ini, BI Kepri akan terus memperluas edukasi dan akses penggunaan QRIS. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong implementasi QRIS Cross Border di wilayah wisata utama seperti Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun.
Dengan peningkatan penggunaan QRIS lintas negara, Kepri semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang modern dan ramah digital. Ini menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing di pasar regional dan internasional.