Pertumbuhan Uang Beredar di Indonesia
Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa uang beredar terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pada bulan Oktober 2025, uang primer (M0) adjusted tumbuh sebesar 14,4 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp2.117,6 triliun. Angka ini sedikit menurun dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya, September 2025, yang mencapai 18,6 persen (yoy) dengan posisi Rp2.152,4 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh adanya penyesuaian dalam perhitungan M0 adjusted.
Penyebab Naiknya Uang Beredar

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan giro bank umum di BI adjusted sebesar 27,1 persen (yoy) serta uang kartal yang diedarkan sebesar 13,4 persen (yoy).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
M0 adjusted adalah ukuran uang primer yang sudah dikoreksi untuk mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas. Penyesuaian ini mulai diterapkan pada Januari 2025 untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh kebijakan likuiditas BI.
"Pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," ujar Denny.
Pertumbuhan Uang Primer Alami Fluktuasi

Menurut catatan BI, pertumbuhan uang primer memang mengalami fluktuasi tiap bulan. Misalnya:
- Agustus 2025: tumbuh 7,3 persen (yoy) menjadi Rp1.961,3 triliun, dipengaruhi oleh uang kartal yang diedarkan sebesar 12,1 persen yoy dan giro bank umum di BI adjusted 8,7 persen yoy.
- September 2025: melonjak menjadi 18,6 persen (yoy) ke posisi Rp2.152,4 triliun, terutama karena giro bank umum di BI adjusted naik 37 persen (yoy).
Penempatan Rp200 Triliun Jadi Stimulus

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di Bank Himbara pada awal September lalu turut mendorong pertumbuhan uang primer.
"Penempatan aset pemerintah sebagai bagian dari cash management berhasil meningkatkan likuiditas perekonomian, tercermin dari pertumbuhan uang primer sebesar 13,2 persen secara year on year," ujarnya.
Sebagai gambaran, pertumbuhan uang primer pada September 2025 mencapai 18,6 persen, melonjak signifikan dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 7,3 persen, menandakan geliat likuiditas yang semakin kuat di pasar.