Pertumbuhan Uang Primer Oktober Turun Jadi Rp 2.117,6 Triliun

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Pertumbuhan Uang Primer Oktober Turun Jadi Rp 2.117,6 Triliun

Perkembangan Uang Primer di Indonesia

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa uang primer atau M0 yang telah disesuaikan pada Oktober 2025 mencapai sebesar Rp 2.117,6 triliun. Pertumbuhan M0 ini tercatat sebesar 14,40 persen secara tahunan atau year on year (yoy), mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada September 2025, pertumbuhan M0 yang telah disesuaikan mencapai 18,6 persen dengan nilai sebesar Rp 2.152,4 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh sebesar 27,1 persen dan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,4 persen. Hal ini disampaikannya melalui keterangan resmi pada 7 November 2025.

Ramdan menambahkan bahwa data pertumbuhan M0 telah mempertimbangkan kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, termasuk pemberian insentif likuiditas dan pengendalian moneter. Penyesuaian-penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan bahwa data M0 dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi sistem keuangan.

Apa Itu M0 Adjusted?

M0 adjusted adalah ukuran uang primer yang telah disesuaikan oleh Bank Indonesia. Menurut laman resmi BI, M0 adjusted digunakan untuk menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak dari penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas. Mulai Januari 2025, perhitungan M0 adjusted dilakukan agar masyarakat dan pelaku ekonomi dapat memahami lebih baik perkembangan uang primer serta pengaruh dari kebijakan likuiditas yang diterapkan.

Kebijakan Pemerintah Turut Berkontribusi

Sebelumnya, dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 3 November 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kebijakan penempatan dana pemerintah turut mendorong pertumbuhan uang primer. "Penempatan aset pemerintah sebesar Rp 200 triliun sebagai cash management turut meningkatkan likuiditas perekonomian. Tercermin dari pertumbuhan uang primer sebesar 13,2 persen year on year," ujarnya.

Perbandingan Pertumbuhan Uang Primer

Sebagai informasi tambahan, uang primer pada September 2025 tumbuh sebesar 18,6 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2025 yang hanya sebesar 7,3 persen. Perkembangan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam jumlah uang primer yang beredar di masyarakat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Uang Primer

Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan uang primer antara lain:

  • Kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia, seperti pemberian insentif likuiditas kepada bank-bank umum.
  • Kebijakan fiskal pemerintah, termasuk penempatan dana pemerintah sebagai bagian dari manajemen kas.
  • Perilaku masyarakat dalam menggunakan uang tunai dan giro, yang berdampak langsung pada jumlah uang primer yang beredar.

Dengan adanya penyesuaian perhitungan M0 adjusted, Bank Indonesia berupaya memberikan data yang lebih akurat dan transparan tentang kondisi sistem keuangan nasional. Hal ini juga membantu pemerintah dan masyarakat dalam memahami dinamika ekonomi yang terjadi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan