Perumahan Kwadungan Permai Kediri Kembali Terendam Banjir

admin.aiotrade 19 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Perumahan Kwadungan Permai Kediri Kembali Terendam Banjir

Perumahan Kwadungan Permai Kembali Terendam Banjir

Perumahan Kwadungan Permai di Kabupaten Kediri kembali menghadapi masalah banjir. Kawasan hunian yang terletak di dua wilayah kecamatan, Ngasem dan Gampengrejo, mengalami genangan air sejak Kamis sore 18 Desember 2025 hingga Jumat pagi. Genangan air ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat.

Genangan terparah terjadi di Blok C, D, dan E, dengan ketinggian air mencapai sekitar 10-12 sentimeter dari permukaan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga memicu kekhawatiran akan kemungkinan banjir yang lebih besar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu warga Blok C/50, Harsadi Dibyo Cahyono, menceritakan bahwa air mulai menggenangi perumahan tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Situasi semakin memburuk akibat melubernya aliran air dari area persawahan di sisi barat perumahan.

“Sejak Kamis sore air sudah menggenang. Paling parah di Blok C, D, dan E. Tingginya sekitar 10-12 sentimeter dari jalan,” ujar Harsadi kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi banjir kali ini jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan kejadian serupa dua tahun lalu. Selain berpotensi meningkat, genangan air juga mudah masuk ke pekarangan bahkan rumah warga saat kendaraan melintas dan menimbulkan gelombang air.

“Kalau ada kendaraan lewat, airnya bisa naik. Kami khawatir air masuk ke rumah. Apalagi kalau lama surut, bisa menimbulkan penyakit kulit dan diare,” jelasnya.

Trauma banjir tahun 2018 pun kembali menghantui warga. Saat itu, air bahkan sempat merendam rumah hingga setinggi sekitar 40 an sentimeter, memaksa Harsadi mengungsi ke rumah kerabatnya di Perumahan Wilis 2, Kota Kediri.

“Pengalaman banjir 2018 itu masih sangat membekas. Air masuk rumah cukup tinggi, saya sampai harus mengungsi ke rumah kakak saya,” ungkap karyawan Hotel Pardikan Asri Kota Kediri tersebut.

Harsadi menegaskan, persoalan banjir yang terus berulang tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian musiman semata. Ia mendesak pengembang perumahan bersama pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Kediri segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan.

“Harapan kami jelas, ada solusi permanen. Drainase harus dievaluasi, aliran sungai dikendalikan. Jangan sampai warga terus jadi korban banjir dari tahun ke tahun,” tegasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan