
Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kerja sama internasional di sektor transportasi melalui pertemuan dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Jumat (17/10/2025). Pertemuan ini membahas arah kebijakan transportasi Indonesia 2025–2029 yang menitikberatkan pada logistik, transportasi hijau, dan transformasi digital.
Beberapa perusahaan besar asal Amerika Serikat hadir dalam pertemuan tersebut, seperti FedEx, Citibank, ExxonMobil, 3M, Google, Boeing, dan Ford Motor. Mereka diwakili oleh Ketua US-ABC Ambassador Brian McFeeters. Agenda utama difokuskan pada peluang kerja sama strategis yang dapat mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kemenhub berkomitmen membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Kami terbuka dan menyambut baik untuk membahas dan menjajaki berbagai potensi kerja sama di Indonesia,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (19/10/2025).
Dalam sesi dengar pendapat, sejumlah perusahaan menyampaikan aspirasi terkait kebijakan ekspor-impor, akses jalan tol, hingga konektivitas logistik. Mereka juga membahas potensi kolaborasi industri dalam pembuatan komponen pesawat, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, serta pengembangan sistem digital untuk transformasi transportasi Indonesia.
Kemenhub menyambut positif berbagai masukan tersebut dan akan menindaklanjutinya melalui forum kerja sama teknis berikutnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat investasi, digitalisasi transportasi, serta peningkatan konektivitas nasional untuk mendukung perekonomian Indonesia.
Ada tiga poin utama yang disampaikan Kemenhub dalam forum ini, yakni mengajak perusahaan-perusahaan AS berinvestasi di Indonesia, mendorong penyusunan kajian untuk peningkatan sistem transportasi nasional, serta membuka peluang pelatihan dan magang bagi siswa lembaga pendidikan di bawah Kemenhub.
- Dalam hal ini, Kemenhub membutuhkan hasil kajian dari US-ABC mengenai apa saja yang masih perlu dikembangkan di sektor transportasi Indonesia.
- Di bagian mana US-ABC bisa mengambil peran dalam pembangunan tersebut.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam membangun hubungan antara pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan asing. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor transportasi, khususnya dalam meningkatkan efisiensi logistik, mengurangi emisi karbon, dan mempercepat proses digitalisasi.
Selain itu, Kemenhub juga berupaya untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih progresif dan ramah investor. Dengan memperkuat hubungan dengan US-ABC, pihaknya berharap dapat memperoleh masukan berharga dari sektor swasta, yang tentunya akan sangat berguna dalam merancang kebijakan transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara Kemenhub dan US-ABC tidak hanya terbatas pada diskusi kebijakan, tetapi juga mencakup pelatihan dan program magang bagi para siswa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang transportasi, serta memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung dari perusahaan-perusahaan besar.
Dengan fokus pada transportasi hijau dan digitalisasi, Kemenhub menunjukkan komitmennya untuk menghadapi tantangan masa depan. Kerja sama ini juga diharapkan mampu membuka pintu bagi investasi asing yang lebih besar, yang akan berdampak positif terhadap perekonomian nasional.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan global, Kemenhub terus berusaha agar sektor transportasi Indonesia tetap relevan dan kompetitif. Dengan dukungan dari mitra-mitra internasional seperti US-ABC, diharapkan sektor transportasi dapat berkembang secara lebih cepat dan berkelanjutan.