Perusahaan Kimia Jerman Tunda Pemecatan Karyawan Hingga 2028
Perusahaan kimia terbesar Jerman, Badische Anilin und Sodafabrik (BASF), akhirnya mengambil keputusan untuk menunda pemecatan karyawan hingga tahun 2028. Keputusan ini diambil setelah negosiasi intensif dengan perwakilan pekerja, yang bertujuan untuk mencegah pengurangan jumlah tenaga kerja.
Selain BASF, perusahaan kimia lainnya seperti Wacker Chemie juga telah mengumumkan rencana pemecatan sebanyak 1.500 karyawan. Rencana ini diambil setelah perusahaan tersebut mengalami kerugian besar pada tahun ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penundaan PHK Dapat Diperpanjang

BASF menyatakan bahwa tidak ada pemecatan karyawan di pabrik Ludwigshafen yang memiliki 30 ribu pekerja. Perusahaan ini bersedia memperpanjang penundaan pemecatan jika berhasil mencapai target laba yang ditetapkan.
“Perjanjian ini menolak adanya rencana pemecatan yang akan berdampak pada sebagian besar pekerja dalam durasi tersebut. Ini kemungkinan akan diperpanjang hingga dua tahun lagi jika target pengembalian profit perusahaan dapat tercapai,” ujar sumber internal perusahaan.
Perjanjian antara pekerja dan perusahaan ini berlaku selama tiga tahun, mulai dari 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2028. Sebelumnya, kesepakatan ini akan berakhir pada Desember 2025.
BASF Akan Menjual Beberapa Divisi Perusahaan
Kepala Eksekutif BASF, Markus Kamieth, menyebut bahwa langkah ini adalah bagian dari proses restrukturisasi perusahaan. Beberapa divisi akan dijual, termasuk divisi pertanian yang akan ditawarkan ke publik.
Selain itu, BASF berencana membuka pabrik baru di China pada tahun 2026 dengan investasi sebesar 8,7 miliar euro (Rp145 triliun). Pembangunan pabrik ini serta kesepakatan dengan pekerja di Jerman menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
Persatuan Pekerja Jerman Menyambut Baik Kesepakatan dengan BASF

Pengurus persatuan pekerja, Katja Scharpwinkel, menyebut kesepakatan ini sebagai hasil dialog konstruktif antara manajemen dan pekerja. Kesepakatan ini diharapkan dapat membuat perusahaan kembali seimbang dan melakukan perubahan penting untuk meningkatkan daya saing.
Dilansir dari Financial Express, Ketua Dewan Pekerja Ludwigshafen, Sinischa Horvat, menyebut bahwa hasil persetujuan ini masih jauh dari jaminan. Sebab, tantangan ekonomi dan masalah struktural di BASF menjadi penghambat dalam penundaan pemecatan massal.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun kesepakatan ini memberikan harapan bagi para pekerja, kondisi ekonomi yang tidak stabil dan tantangan struktural tetap menjadi ancaman. Perusahaan harus terus beradaptasi dengan dinamika pasar global dan menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan karyawan.
Selain itu, kebijakan perusahaan seperti pembangunan pabrik baru di China menunjukkan komitmen BASF untuk berkembang dan tetap menjadi salah satu pemain utama dalam industri kimia global.
Dengan penundaan pemecatan hingga 2028 dan langkah-langkah strategis lainnya, BASF berusaha membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan. Namun, keberhasilan ini akan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.