
Kerja Sama PTDI dan PT BIBU Panji Sakti dalam Pengadaan Pesawat N219
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) baru-baru ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT BIBU Panji Sakti, sebuah perusahaan swasta berbasis di Bali. Kerja sama ini bertujuan untuk pengadaan tiga unit pesawat N219 konfigurasi kargo. Dengan adanya kerja sama ini, PTDI menunjukkan komitmennya dalam memberikan solusi dirgantara yang sesuai dengan kebutuhan operasional di wilayah setempat, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Moh. Arif Faisal menyampaikan bahwa melalui penyediaan pesawat regional yang andal serta dukungan ekosistem MRO dan layanan purna jual yang memadai, PTDI berkomitmen menghadirkan solusi dirgantara yang selaras dengan kebutuhan operasional di wilayah setempat. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Arif Faisal, mewakili PTDI, dengan Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti Erwanto S. Adiatmoko Hariwibowo di Hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI Bandung. Acara ini juga disaksikan oleh Wakil Komisaris Utama PTDI Bonar Halomoan Hutagaol.
Arif menjelaskan bahwa PTDI siap mendukung penguatan akses udara dan pengembangan kapasitas layanan penerbangan di berbagai wilayah. Dengan pengoperasian N219 sebagai feeder aircraft, proses pengumpulan komoditas dan biota laut dari berbagai titik di wilayah Bali dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Hasil komoditas tersebut kemudian akan diteruskan ke pesawat berbadan besar untuk jalur ekspor, membentuk rantai logistik end to end yang terintegrasi. Selain itu, waktu tempuh logistik juga dapat dipersingkat secara signifikan, sehingga memperkuat daya saing produk laut bernilai tinggi.
PT BIBU Panji Sakti merupakan perusahaan swasta berbasis di Bali yang sedang menyiapkan pengembangan aktivitas penangkapan dan pengolahan hasil laut yang membutuhkan fasilitas distribusi udara. Erwanto menyampaikan bahwa dengan adanya pesawat N219 yang bisa dioperasikan di Bali Utara, perusahaan dapat mempersingkat rantai distribusi sehingga harga jual produk komoditas laut di akhir akan lebih tinggi. Nelayan dan masyarakat akan merasakan manfaatnya.
Erwanto menegaskan bahwa pesawat N219 menjadi pilihan untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan pengiriman komoditas laut bernilai tinggi. “Kami menggabungkan antara laut dan udara melalui pesawat N219. Dengan pengadaan pesawat N219 ini, ekosistem di Bali Utara akan semakin kuat,” ujarnya.
Nota kesepahaman antara PTDI dan PT BIBU Panji Sakti mencakup komitmen bersama melakukan analisis investasi pengangkutan komoditas laut di Bali dengan menggunakan pesawat N219. Ini meliputi pemetaan rute potensial, volume kebutuhan, analisis teknis dan ekonomis, serta penyusunan rekomendasi operasional. Nota kesepahaman ini akan menjadi fondasi kerja sama komersial dan teknis dalam mendukung rantai pasok industri maritim Bali ke depan.
PTDI telah mengantungi sejumlah kontrak dan Letter of Intent (LoI) pengadaan pesawat N219 lainnya, termasuk kontrak pengadaan 6 unit pesawat N219 dari Kementerian Pertahanan untuk TNI AD dan kontrak pengadaan 5 unit pesawat N219 dari Setdco Group untuk Pemerintah Demokratik Republik Kongo. Adapun LoI yang telah dikantungi antara lain pengadaan 25 unit dari Linkfield Technologies, Cina, serta beberapa nota kesepahaman dan LoI dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan transportasi udara perintis dan pelayanan publik di berbagai wilayah di Indonesia.
Permintaan dari pasar domestik maupun internasional terhadap pesawat sekelas N219 terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pelayanan publik di wilayah terpencil, pengangkutan kargo, misi medis, serta peningkatan konektivitas antar-wilayah kepulauan.