Pesan PBNU Terkait Kasus Pendakwah Cium Anak Perempuan

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 26x dilihat
Pesan PBNU Terkait Kasus Pendakwah Cium Anak Perempuan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan respons terhadap tindakan seorang pendakwah asal Kediri, Jawa Timur, yang dikenal sebagai Gus Elham. Ia menjadi sorotan di media sosial setelah aksinya mencium anak perempuan saat berdakwah. Banyak netizen mengecam tindakan tersebut dan menilainya sebagai pelecehan.

Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Fahrur, menyatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh Gus Elham seharusnya tidak dilakukan. Menurutnya, hal itu bisa menimbulkan fitnah dan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Sebaiknya memang tidak dilakukan secara terbuka di depan khalayak. Termasuk kategori menimbulkan fitnah. Apalagi terlihat anaknya sudah cukup besar, bukan balita lagi,” ujar Gus Fahrur pada Rabu (12/11).

Menurut pandangan Gus Fahrur, mencium anak perempuan yang masih bayi atau balita dalam konteks menunjukkan kasih sayang tanpa syahwat diperbolehkan, selama hal itu tidak menimbulkan fitnah. Namun, ia menegaskan bahwa mencium anak perempuan yang sudah tumbuh besar adalah haram dan tidak diperbolehkan meskipun tanpa niat syahwat.

“Jika anak perempuan sudah terlihat menarik perhatian lawan jenis dan sudah bisa bersolek maka termasuk kategori wanita dewasa dan tidak boleh dicium oleh orang lain,” tambahnya.

Meski begitu, kata dia, sebaiknya perlakuan tersebut dihindari di era sekarang. “Kecuali kepada anak atau cucu sendiri, agar tidak menjadi fitnah dan kesalahpahaman,” ujarnya.

Gus Fahrur juga mengingatkan agar lebih berhati-hati dalam bertindak. Ia menekankan bahwa sebagai dai yang mulai dikenal masyarakat, Gus Elham harus waspada dan bisa menasihati diri sendiri sebelum menasihati orang lain.

“Dai harus menjadi contoh perilaku yang baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW,” katanya.

Pandangan PBNU Terhadap Tindakan Pendakwah

PBNU memberikan penjelasan terkait tindakan yang dilakukan oleh Gus Elham. Berikut beberapa poin penting dari pandangan PBNU:

  • Tidak diperbolehkan untuk mencium anak perempuan yang sudah dewasa
    Menurut Gus Fahrur, mencium anak perempuan yang sudah tumbuh besar tidak diperbolehkan, bahkan jika tidak ada niat syahwat. Hal ini karena anak perempuan yang sudah dewasa memiliki tingkat kesadaran dan kemampuan untuk merespons keberadaan orang lain.

  • Mencium anak perempuan yang masih bayi atau balita diperbolehkan, tetapi harus hati-hati
    Jika dilakukan dalam konteks kasih sayang tanpa niat syahwat, tindakan ini diperbolehkan. Namun, dalam situasi tertentu seperti di depan khalayak umum, tindakan ini bisa menimbulkan fitnah.

  • Perlu menjaga etika dalam berdakwah
    Sebagai dai, seseorang harus menjaga etika dan kedisiplinan dalam bertindak. Karena itu, PBNU menyarankan agar para dai lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan yang bisa disalahpahami oleh masyarakat.

Pentingnya Menjadi Teladan bagi Dai

PBNU menekankan bahwa para dai harus menjadi teladan dalam berperilaku. Mereka tidak hanya memberikan nasihat kepada orang lain, tetapi juga harus menjaga diri agar tidak menjadi sumber masalah.

  • Dai harus menjaga kebersihan hati dan tindakan
    Dalam berdakwah, para dai harus menjaga sikap dan tindakan agar tidak menimbulkan keraguan atau kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

  • Harus mengikuti tuntunan Rasulullah SAW
    Segala tindakan yang dilakukan oleh dai harus sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

  • Waspada terhadap konsekuensi dari tindakan yang dilakukan
    Setiap tindakan yang dilakukan oleh dai, terutama yang menarik perhatian publik, harus dipertimbangkan dengan matang. Karena itu, para dai harus lebih waspada dan menjaga reputasi mereka.

Kesimpulan

PBNU menegaskan bahwa tindakan Gus Elham yang mencium anak perempuan saat berdakwah tidak dapat dibenarkan. Meskipun ada konteks kasih sayang, tindakan tersebut bisa menimbulkan fitnah dan kesalahpahaman. Oleh karena itu, PBNU menyarankan agar para dai lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjaga etika dalam berdakwah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan