Pesan Terakhir Cole Allen Sebelum Serangan Trump

Pesan Terakhir Cole Allen Sebelum Serangan Trump
Pesan Terakhir Cole Allen Sebelum Serangan Trump

Penjelasan Terkait Pesan Terakhir Cole Tomas Allen

Pesan terakhir yang ditulis oleh Cole Tomas Allen, tersangka penyerangan acara jamuan makan malam Presiden Amerika Serat Donald Trump, mulai terungkap dan menjadi perhatian publik. Dalam catatan yang diduga ditulis sebelum tindakannya, Allen mengekspresikan kemarahan mendalam terhadap kebijakan pemerintah AS.

Pesan tersebut juga mengungkapkan motif dari tindakannya, daftar target, serta permintaan maaf kepada keluarga dan orang terdekatnya. Catatan ini memberikan wawasan lebih dalam tentang pikiran dan keadaan mental Allen sebelum kejadian tersebut.

Isi Pesan Terakhir Allen

Dalam pesannya, Allen menyatakan bahwa ia adalah warga negara Amerika Serikat dan apa yang dilakukan oleh para wakil rakyatnya mencerminkan dirinya sendiri. Ia juga secara tersirat menyinggung tuduhan pelanggaran seksual yang diduga ditujukan kepada Trump, meski tidak menyebutkan nama sang presiden secara eksplisit.

Saya tidak lagi bersedia membiarkan seorang pengkhianat menutupi tangan saya dengan kejahatannya, tulis Allen. Hal ini menunjukkan bahwa ia merasa tidak puas dengan sikap pemerintah terhadap isu-isu tertentu.

Allen juga menyebutkan daftar target berdasarkan peringkat jabatan, tetapi memberikan pengecualian khusus bagi Direktur FBI, Kash Patel. Para pejabat administrasi (tidak termasuk Patel): mereka adalah target, diprioritaskan dari peringkat tertinggi hingga terendah, demikian isi tulisan tersebut, yang tampaknya merujuk pada sang direktur FBI.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih belum mengetahui alasan spesifik mengapa Patel dikecualikan dari daftar target. Allen juga menjelaskan bahwa Secret Service hanya akan menjadi target jika diperlukan. Keamanan hotel, Kepolisian Capitol, dan Garda Nasional sebisa mungkin tidak menjadi target. Karyawan serta tamu hotel sama sekali bukan target.

Permintaan Maaf dan Terima Kasih

Dalam dokumen sepanjang kurang lebih 1.000 kata tersebut, Allen juga menuliskan daftar permintaan maaf yang panjang kepada teman, murid, hingga keluarganya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan mereka selama hidupnya. Belum diketahui dari mana pihak berwenang memperoleh tulisan tersebut.

Isi pesannya turut menyoroti isu-isu kemanusiaan dan konflik global, seperti laporan penyiksaan di kamp penahanan imigran, serangan kapal di Laut Karibia dan Pasifik, hingga tragedi pengeboman sekolah dasar di Iran.

Bersikap pasif ketika orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristen. Itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas, tulisnya.

Pernyataan Trump Mengenai Tersangka

Dalam sebuah wawancara di Fox News pada Minggu pagi, Trump tampaknya merujuk pada tulisan tersebut ketika ia menyebutkan bahwa tersangka memiliki "manifesto". Dia pria yang sangat bermasalah, kata Trump.