
Peran Pemuda dalam Meneruskan Semangat Kebangsaan
Pada perayaan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan pesan penting kepada pemuda kota. Ia mengajak para pemuda untuk meneladani semangat nasionalisme dan keberanian wong cilik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Hari ini saya harapkan pemuda Surabaya berjuang menggunakan teknologi, dengan akal pikiran, dengan semangat. Jangan pernah jadi penonton di Kota Surabaya,” ujar Eri saat berbicara dalam acara refleksi HE.RO.IS.ME, Senin (10/11).
Acara tersebut diselenggarakan oleh Youth Leaders Forum Surabaya di Gedung Teater Balai Budaya. HE.RO.IS.ME merupakan bentuk ekspresi semangat anak muda dalam memperingati Hari Pahlawan, termasuk merenungkan pertempuran 10 November 1945.
Wali Kota Eri menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas kepemudaan yang berinisiatif menggelar acara HE.RO.IS.ME. Ini adalah kali pertama ratusan pemuda berkumpul untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan.
“Surabaya ini tempat kelahiran Bung Karno (Presiden RI pertama), sosoknya menjadi panutan utama. Maka di sinilah anak-anak muda harus tahu bagaimana meneruskan perjuangan Bung Karno di era hari ini,” tambahnya.
Bagi Wali Kota Eri, terdapat ikatan batin yang kuat antara Surabaya dengan Bapak Proklamator, Bung Karno. Ikatan ini lantaran Soekarno lahir di kota tersebut dan menimba ilmu politik dari gurunya, H.O.S. Cokroaminoto.
“Darah kita adalah darah pejuang. Darah seorang presiden mengalir di dalam darah arek-arek Surabaya. Kita harus bangga, karena kita adalah penerus perjuangan, meneruskan percikan api perjuangan,” kata Eri dengan penuh keyakinan.
Perubahan Tantangan di Era Modern
Jika dahulu Bung Karno menggerakkan masyarakat Surabaya dan pejuang menggunakan bambu runcing, Eri menyebut bahwa tantangan perjuangan yang dihadapi para pemuda sudah berganti di era modern.
Bukan lagi mengangkat senjata untuk bertarung, melainkan berjuang menggunakan teknologi dan akal pikiran. Ia percaya bahwa generasi muda Surabaya memiliki semangat juang yang tidak kalah dengan pendahulunya.
“Saya yakin Surabaya akan jauh lebih baik, Surabaya akan jauh lebih makmur ketika pemuda bergerak bersama, ketika pemuda tidak hanya bicara tapi turun menjaga Kota Surabaya,” ujarnya.
Ajakan untuk Berkarya dan Berkontribusi
Terakhir, Wali Kota Eri mengajak para pemuda untuk berkarya. Membuktikan diri kepada semua orang, kepada investor, kepada pengusaha, buktikan bahwa Surabaya adalah kota yang maju, dan pemudanya bukan sebagai penonton.
“Para pengusaha di Surabaya, jangan pernah ragukan kami pemuda Surabaya. Apa yang diminta, pemuda Surabaya pasti bisa memenuhi. Karyakan kami, gerakkan kami, maka insyaallah Surabaya akan semakin sejahtera,” tutup Eri.