Pesawat Militer Turki Jatuh di Georgia, 20 Orang Tewas

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Pesawat Militer Turki Jatuh di Georgia, 20 Orang Tewas

Sebuah pesawat angkut militer C-130 yang dimiliki oleh Turki mengalami kecelakaan di Georgia, tepatnya di wilayah Sighnaghi, Kakheti. Wilayah ini merupakan daerah perbatasan yang terdiri dari hutan dataran banjir dan bukit-bukit bergelombang. Pesawat tersebut jatuh setelah lepas landas dari Azerbaijan pada hari Selasa (11/11).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut laporan Kementerian Pertahanan Turki, ada sekitar 20 personel yang berada di dalam pesawat tersebut. Dari video yang beredar di internet, terlihat pesawat tersebut berputar-putar sebelum akhirnya jatuh dan terbakar. Di lokasi kejadian yang dekat dengan perbatasan Azerbaijan, terlihat potongan-potongan logam yang tersebar di sekitar bukit dengan bagian badan pesawat yang terbakar dan asap gelap yang membumbung tinggi ke langit.

Hingga saat ini, Kementerian Pertahanan Turki belum memberikan rincian tambahan terkait awak pesawat tersebut, termasuk kemungkinan adanya penumpang dari negara lain. Presiden Turki Tayyip Erdogan sempat menghentikan pidatonya di Ankara untuk menyampaikan belasungkawa atas insiden ini. Media lokal melaporkan bahwa ada personel Turki dan Azerbaijan yang berada di dalam pesawat yang dibuat oleh Amerika Serikat tersebut.

“Saya sangat sedih atas kecelakaan tragis pesawat militer Turki hari ini, AS berdiri bersama Turki,” kata Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (12/11).

Berdasarkan pernyataan resmi, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan bahwa pihaknya telah membahas insiden ini. Sementara itu, kedua negara, yaitu Turki dan Georgia, sedang berusaha menuju titik kecelakaan. Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya menyampaikan bahwa rekan sejawatnya dari Georgia, Gela Geladze, telah tiba di lokasi kecelakaan pesawat C-130 Turki sekitar pukul 5 sore waktu setempat (14.00 GMT) dan operasi pencarian serta penyelamatan masih berlangsung.

Fakta Penting Terkait Kecelakaan

  • Jumlah Awak Pesawat: Ada sekitar 20 personel yang menaiki pesawat tersebut.
  • Lokasi Kecelakaan: Wilayah Sighnaghi, Kakheti, Georgia.
  • Konten Video: Pesawat terlihat berputar-putar sebelum jatuh dan terbakar.
  • Peran Pemerintah: Kementerian Pertahanan Turki belum memberikan rincian tambahan.
  • Respons Presiden: Presiden Erdogan menghentikan pidatonya untuk menyampaikan belasungkawa.
  • Pengakuan Asing: Duta Besar AS menyampaikan dukungan kepada Turki.
  • Koordinasi Negara: Turki dan Georgia bekerja sama dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Peran Internasional dalam Insiden Ini

  • Amerika Serikat: Menunjukkan dukungan kepada Turki melalui pernyataan Duta Besar AS, Tom Barrack.
  • Presiden Azerbaijan: Mengatakan bahwa pihaknya telah membahas insiden ini.
  • Koordinasi Antar-Negara: Turki dan Georgia berupaya mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban.

Tindakan yang Dilakukan Pasca-Kecelakaan

  • Operasi Pencarian dan Penyelamatan: Masih berlangsung di lokasi kejadian.
  • Kedatangan Menteri Dalam Negeri Georgia: Gela Geladze tiba di lokasi kecelakaan pada pukul 5 sore waktu setempat.
  • Kemungkinan Korban Lain: Masih diperlukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada penumpang dari negara lain.

Kesimpulan

Insiden kecelakaan pesawat militer C-130 Turki di Georgia menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan jumlah awak yang cukup besar dan lokasi kejadian yang berdekatan dengan perbatasan, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam upaya penyelamatan dan investigasi. Dukungan internasional, seperti dari Amerika Serikat, juga menunjukkan bahwa insiden ini tidak hanya menjadi masalah nasional, tetapi juga memiliki dampak global.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan