Pesparani Katolik I Kalbar 2025: Panggung Persaudaraan dan Moderasi Beragama di Bumi Khatulistiwa

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 19x dilihat
Pesparani Katolik I Kalbar 2025: Panggung Persaudaraan dan Moderasi Beragama di Bumi Khatulistiwa
Pesparani Katolik I Kalbar 2025: Panggung Persaudaraan dan Moderasi Beragama di Bumi Khatulistiwa

Pesparani Katolik I Kalbar 2025 Resmi Dibuka

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Kalbar 2025 di Pontianak, Jumat sore 7 November 2025. Acara ini dihadiri oleh 577 peserta dan official dari 13 kabupaten/kota se-Kalbar, kecuali Kabupaten Kayong Utara yang belum memiliki kepengurusan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD). Tema utama acara adalah “Cor Unum et Anima Una ad Aedificandum Ecclesiam et Patriam” atau “Satu Hati Satu Jiwa Membangun Gereja dan Bangsa.”

Acara ini menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan antarumat Katolik dan masyarakat lintas agama, sekaligus memperkuat semangat moderasi beragama melalui musik dan nyanyian liturgi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pembukaan yang Meriah dan Sarat Makna Kebersamaan

Pembukaan Pesparani dihadiri oleh jajaran pejabat penting Kalbar, seperti Ketua DPRD Kalbar, Forkopimda, Rektor Universitas Tanjungpura, serta para Bupati dan Wakil Bupati. Ketua Panitia Pesparani, Yohanes Budiman, menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan ditopang oleh dana hibah Pemprov Kalbar melalui LP3KD Kalbar untuk 35 peserta tiap kabupaten/kota. Sementara kelebihan peserta menjadi tanggungan LP3KD kabupaten/kota masing-masing.

“Karena anggaran terbatas, LP3KD Kalbar hanya menanggung maksimal 35 orang per daerah. Tapi jika mau mengirim lebih, kami tetap persilakan dengan pembiayaan mandiri,” ujar Budiman.

Budiman menambahkan, 8 kategori lomba akan digelar selama dua hari, mulai dari lomba Mazmur (Anak, Remaja, OMK, dan Dewasa), Bertutur Kitab Suci, serta Cerdas Cermat Rohani tingkat SMP dan SMA.

Pesparani sebagai Ajang Persaudaraan dan Penguatan Iman

Ketua LP3KD Kalbar, Junaidi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya kompetisi, melainkan sarana mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh keimanan umat Katolik. “Musik dan nyanyian liturgi harus dikembangkan dengan semangat inkulturasi budaya lokal, agar menjadi wujud nyata iman dan kecintaan terhadap Gereja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, menyebut Pesparani sebagai bentuk nyata moderasi beragama yang menjadi prioritas nasional. “Suara-suara indah paduan suara ini adalah simbol keragaman yang berpadu menjadi satu harmoni. Inilah cerminan masyarakat Kalbar yang hidup rukun dalam perbedaan,” jelasnya.

Pesparani Dorong Pembangunan Manusia Berkarakter dan Beriman

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa pembangunan Kalbar tidak hanya fokus pada ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia. “Pesparani ini memiliki makna strategis karena menggali potensi di bidang musik gerejani sekaligus menumbuhkan semangat persaudaraan dan cinta kasih,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh umat Katolik untuk menjadikan Pesparani sebagai momentum memperdalam nilai-nilai Kitab Suci dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui lantunan kidung pujian, kita belajar untuk selalu memuliakan Tuhan dan menjadi pribadi yang berintegritas, unggul, serta membawa kedamaian bagi Kalimantan Barat,” tutupnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan