
aiotrade, JAKARTA Para investor saham kini tengah menikmati hasil yang menguntungkan dari pasar modal. Hal ini terlihat dari lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali mencapai level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
IHSG menjadi indeks komposit dengan kinerja terbaik kedua di kawasan Asia Tenggara sejak awal tahun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melonjak 16,83% year-to-date (ytd), hanya kalah dari indeks Vietnam VN-Index yang naik 32,50% ytd.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada perdagangan Jumat (24/10/2025), IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada angka 8.351,059. Namun, tidak lama setelahnya, IHSG ditutup melemah ke level 8.271,722 atau terkoreksi 0,03%.
Melihat perkembangan IHSG belakangan ini, OCBC Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa indeks ini akan semakin kuat dan dapat menembus level 9.400 pada tahun 2026.
Head of Research OCBC Sekuritas Budi Rustanto menyatakan bahwa pihaknya menetapkan target IHSG untuk tahun depan sebesar 9.400 dalam skenario bull case. Untuk skenario base case, IHSG diperkirakan mencapai 9.100, sementara untuk skenario bear case sebesar 8.200.
Katalis pertama bagi IHSG adalah pertumbuhan ekonomi, yang berada di kisaran sekitar 5%6%, itu menjadi pendorong utama bagi IHSG tahun depan, kata Budi dalam OCBC Business Forum 2025 di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Selain itu, kebijakan fiskal yang sangat mendukung dan menjaga daya beli juga akan mendorong pertumbuhan IHSG. Menurut Budi, apabila daya beli tetap terjaga, hal tersebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Katalis lainnya menurut Budi adalah investasi yang dilakukan Danantara. Ia melihat bahwa Danantara akan cukup agresif dalam melakukan investasi pada tahun depan.
Senada dengan pendapat Budi, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia menilai penguatan IHSG saat ini didorong oleh kombinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam negeri. Salah satunya adalah keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga.
Di sisi fiskal, injeksi konsumsi lewat BLT Nataru mendorong pengeluaran ritel, efeknya membuat risk appetite domestic meningkat dan local bid tebal di big caps, katanya, Jumat (24/10/2025).
Selain itu, rencana pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping beberapa hari mendatang dinilai telah meredakan ketegangan dagang, yang secara tidak langsung mendorong minat pasar terhadap aset berisiko. Hal ini tampak dari net buy asing pada perdagangan hari ini sebesar Rp1,15 triliun.
Dalam kondisi saat ini, Kiwoom Sekuritas merevisi target IHSG mereka. Awalnya, Kiwoom menargetkan IHSG pada level 7.8008.000 hingga akhir tahun. Namun, kini mereka menargetkan IHSG pada level 7.9508.150 pada akhir 2025.
Meskipun sudah melampaui level 8.150, Liza menekankan bahwa kinerja perusahaan pada kuartal III dan IV/2025 menjadi salah satu potensi ketidakpastian IHSG ke depan. Selain itu, shutdown pemerintah AS yang belum berakhir dan ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan juga menjadi sumber ketidakpastian pasar di sisa 2025.
Selain itu, meski pasar saham Tanah Air sedang tumbuh karena sejumlah suntikan katalis pemerintah, Liza menilai bahwa pembuktian kinerja baru akan tampak pada akhir tahun.
Hal yang sama terjadi pada sektor perbankan. Menurutnya, masuknya asing ke saham-saham perbankan lebih disebabkan oleh valuasi murah yang ditawarkan sektor ini.
Saham Pilihan OCBC Sekuritas
OCBC Sekuritas memiliki sejumlah sektor dan saham pilihan untuk tahun depan. Sektor pilihan pertama adalah sektor perbankan, dengan pertumbuhan kredit yang solid, net interest margin (NIM) yang terjaga, kualitas aset yang membaik, dan kecukupan modal.
Saham-saham pilihan utama atau top picks dari OCBC Sekuritas berada di sektor perbankan, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Sektor selanjutnya adalah sektor konsumer. OCBC Sekuritas memilih sektor ini karena didukung oleh stimulus pemerintah, defensif, dan memiliki prospek pertumbuhan yang berkelanjutan. Saham-saham top picks untuk sektor ini adalah INDF, ICBP, dan KLBF.
Kemudian sektor ritel karena ekspansi yang berkelanjutan, permintaan konsumen yang resilien, dan preferensi konsumer yang beralih, dengan saham top picks AMRT.
OCBC Sekuritas juga menyukai sektor komoditas dengan katalis pemangkasan suku bunga Fed ditambah dengan stimulus dari China yang akan meningkatkan permintaan untuk komoditas. Saham-saham pilihan untuk sektor ini adalah NCKL, ANTM, dan MDKA.
Selanjutnya adalah sektor industrial goods, dengan ekspansi yang berlanjut, disertai dengan diversifikasi ke energi berkelanjutan dan bisnis mineral. Saham pilihan di sektor ini adalah UNTR.
Adapun sektor terakhir yang menjadi pilihan adalah telco dan teknologi, dengan katalis kompetisi yang lebih rasional, dengan ARPU yang membaik pada kuartal IV/2025 dan selanjutnya. Saham-saham yang menjadi top picks OCBC Sekuritas adalah EXCL, ISAT, dan GOTO.
Disclaimer
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.