Pesta pernikahan intim di alam semakin diminati

admin.aiotrade 17 Des 2025 4 menit 22x dilihat
Pesta pernikahan intim di alam semakin diminati

Tren Pernikahan Intim yang Masih Populer

Pernikahan dengan jumlah tamu terbatas, atau yang dikenal sebagai intimate wedding, masih menjadi pilihan utama bagi pengantin saat ini. Menurut Ermie Girindani, Assistant Director of Sales di Plataran Borobudur, tren ini tidak hanya bertahan setelah masa pandemi, tetapi juga semakin diminati. "Masih banget. Setelah Covid-19, intimate wedding masih banyak dicari customer kami," ujarnya pada pertengahan November 2025.

Pandemi memaksa masyarakat untuk menghindari kerumunan, sehingga banyak pasangan memilih pernikahan yang lebih kecil dan intim. Dalam situasi itu, para pengantin lebih memilih hanya mengundang keluarga dan teman dekat. Hal ini membuat acara pernikahan lebih hangat dan personal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ermie menambahkan bahwa generasi Z, yang kini mulai menikah, juga cenderung mengutamakan pesta dengan jumlah orang terbatas. Bagi mereka, intimate wedding memberikan kesan yang lebih hangat karena bisa berkomunikasi langsung dengan orang-orang yang mereka kenal. Selain itu, acara seperti ini dinilai lebih bermakna karena fokus pada momen berharga bersama orang terdekat. "Jadi tidak seperti dulu, saat kita hanya bertemu dengan tamu-tamu orang tua yang kita tidak kenal. Intimate wedding saat ini lebih dihadiri teman dekat, sehingga komunikasinya intim dan tamu juga mengucapkan selamat ke orang yang tepat," katanya.

Berbagai Konsep yang Tersedia di Plataran Borobudur

Plataran Borobudur menawarkan berbagai konsep pernikahan yang bisa disesuaikan dengan latar belakang budaya pasangan. Ermie menjelaskan bahwa ada yang memilih konsep tradisional, internasional, hingga budaya Tionghoa dan India. "Biasanya kami akan menyesuaikan dengan budaya yang digunakan pasangan pengantin," ujarnya.

Salah satu lokasi favorit adalah Crown Kinandari, yang memiliki desain altar dengan kubah seperti mahkota raja. Terdapat tujuh tiang yang menopang kubah tersebut. Keunikan dari tempat ini adalah altar yang menghadap langsung ke Candi Borobudur. Para pengantin tidak perlu menambah backdrop mencolok karena latar alaminya sudah cukup menarik. "Crown Kinandari bisa menjadi tempat akad nikah, atau blessing karena magisnya dapat. Sering pula digunakan untuk persiapan pernikahan seperti momen siraman," jelas Ermie.

Selain Crown Kinandari, Citrakara juga menjadi pilihan populer. Altar berbatu ini menghadap langsung ke langit, sehingga para pengantin perlu memperhatikan cuaca. Sementara itu, Joglo Putri Dewi menawarkan nuansa etnik tradisional yang cocok bagi pasangan yang ingin suasana sakral dan khidmat.

Perbedaan Preferensi Pasangan Asia dan Eropa

Anasthasia Sri Handayani, President Director Plataran Indonesia, menjelaskan bahwa preferensi pasangan Asia dan Eropa dalam pernikahan intim berbeda. Pasangan Asia cenderung lebih memperhatikan dekorasi dan backdrop panggung, sementara pasangan Eropa lebih suka menggunakan latar alam langsung seperti Candi Borobudur.

"Kalau bule, sukanya latar fokus ke Candi Borobudur saja. Jadi hiasannya tidak berlebih yang penting table set tamu. Kalau orang Asia, backdropnya harus cantik sekali," kata Thasia, sapaan Anasthasia.

Dalam proses persiapan, beberapa pasangan Asia menggunakan perencana pernikahan (wedding organizer) untuk membantu mempercantik altar. Namun, ada juga yang langsung menyerahkan segala persiapan kepada tim Plataran Borobudur. Mereka biasanya lebih suka tema internasional dan ikut serta dalam merancang hari besar mereka.

Waktu Terbaik untuk Pernikahan Intim

Thasia memberikan beberapa opsi waktu terbaik untuk menyelenggarakan intimate wedding. Pagi hari sekitar pukul 07.00 menjadi pilihan untuk akad nikah karena cuaca masih cerah dan matahari belum terlalu terik. Ada juga yang memilih waktu menjelang senja, saat matahari mulai terbenam.

Pilihan lain adalah waktu terbitnya matahari, sekitar pukul 05.00. Banyak pasangan ingin momen ijab-kabul mereka berlatar Candi Borobudur saat matahari baru terbit. "Mereka ingin agar ijab-kabul mereka berlatar Candi Borobudur saat matahari baru terbit. Bahkan terkadang saat itu masih terlihat awannya. Untuk momen ini, pengantin harus mulai make up jam 1 dini hari," ujarnya.

Thasia juga merekomendasikan Enam Langit by Plataran sebagai alternatif. Lokasi ini berjarak sekitar 12 kilometer dari Plataran Borobudur dan berada di ketinggian yang lebih tinggi, sehingga pemandangan lebih luas. Tempo sempat mengunjungi Enam Langit saat matahari terbit dan melihat pemandangan enam gunung yang mengelilingi tempat tersebut.

Pernikahan Intim yang Berkelanjutan

Pernikahan intim biasanya diutamakan saat prosesi akad nikah atau pemberkatan. Thasia menambahkan bahwa jika tamu undangan sangat banyak, pasangan pengantin bisa membuat pesta yang berkelanjutan selama 3 hingga 7 hari. Hal ini memungkinkan para pasangan untuk tetap bercengkerama dan menyapa tamu-tamu mereka satu-persatu secara langsung.

Beberapa pasangan juga memilih menggelar intimate wedding selama satu hari untuk keluarga dan teman dekat, lalu melanjutkan dengan pesta besar di Jakarta. "Kalau keluarga orang tuanya besar kan tidak mungkin sekali pestanya. Jadi setelah intimate wedding di sini, nanti di Jakarta tetap ada Mega Party," ujar Ermie.

Biaya yang Diperlukan

Biaya untuk intimate wedding di Plataran Borobudur mulai dari Rp 300 juta. Meskipun begitu, banyak pasangan tetap memilih acara ini karena kesan yang lebih personal dan momen yang lebih bermakna.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan