
Keterbatasan Sumber Air Menghambat Produksi Padi di Bireuen
Petani di kawasan Paya Geurugoh, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, masih bergantung pada sumber air dari Krueng Sawang. Air ini dialirkan melalui mesin pompa yang berada di Desa Blang Guron, menjadi salah satu sumber utama untuk mengairi lahan persawahan.
Luas sawah tadah hujan di wilayah tersebut mencapai sekitar 292 hektare, yang menjadi penghidupan bagi petani dari tujuh desa di kawasan Paya Geurugoh. Meski tidak memiliki sistem irigasi modern, para petani terus berusaha memaksimalkan hasil pertanian mereka dengan menggunakan berbagai metode.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Saluran air yang digunakan saat ini masih bersifat alami dan belum dibeton. Mesin pompa berkapasitas 8 inci digunakan untuk menyalurkan air ke saluran utama. Namun, kondisi saluran ini menyebabkan air mengalir lambat dan banyak terbuang sebelum sampai ke lahan persawahan.
Untuk mengatasi masalah ini, petani memasang pompa tambahan di sepanjang saluran agar air bisa lebih cepat sampai ke lahan masing-masing. Namun, penggunaan banyak pompa secara bersamaan membuat debit air tidak cukup, terutama saat musim kemarau.
Amatan aiotrade pada Senin (20/10/2025) menunjukkan bahwa hamparan sawah di Paya Geurugoh yang dulu sempat tergenang seperti danau air tawar, kini sudah hijau dengan tanaman padi. Sebagian sawah telah dipanen, sebagian sedang dalam masa panen, dan ada juga yang baru memasuki fase pengisian bulir.
Karena penanaman tidak serentak, tanaman padi di kawasan ini masih menghadapi ancaman dari hama seperti penggerek batang, tikus, dan burung pipit.
Keterbatasan Air Jadi Kendala Utama
Muzakir, Keujruen Blang Paya Geurugoh, menjelaskan bahwa ketidakseragaman waktu tanam disebabkan oleh keterbatasan sumber air. Ia mengatakan bahwa tiga tahun terakhir, hasil pertanian di kawasan ini mulai meningkat setelah sebelumnya sering gagal akibat banjir.
“Sejak tiga tahun lalu sudah lumayan. Saluran air sudah digali sejauh 3 kilometer, tapi belum memiliki talud atau dinding beton,” ujarnya kepada aiotrade, Senin (20/10/2025).
Menurut Muzakir, saluran air tersebut menjadi urat nadi bagi petani karena menjadi jalur utama mengalirkan air dari Krueng Sawang ke sawah-sawah di sepanjang saluran. Saat musim kemarau, air dari saluran itu dipompa ke lahan pertanian.
Petani berharap saluran ini dapat dibangun permanen dengan dinding beton, agar air yang dialirkan sejauh 3 kilometer tidak banyak terbuang dan bisa dimanfaatkan secara serentak.
Ia menjelaskan, banyak petani terlambat panen karena air lambat sampai ke sawah mereka. Meski beberapa hari terakhir hujan turun dan cukup membantu, petani tetap mengharapkan perhatian pemerintah daerah untuk membangun saluran permanen serta menambah satu unit mesin pompa berkapasitas 8 inci.
“Sekali mesin hidup, maksimal tiga hari, lalu harus dimatikan. Kalau ada dua mesin, distribusi air bisa dilakukan lebih maksimal,” ungkapnya.