Petani Indramayu Antusias Sambut Musim Tanam I 2025/2026 dengan Benih Padi Kebo

admin.aiotrade 24 Des 2025 4 menit 14x dilihat
Petani Indramayu Antusias Sambut Musim Tanam I 2025/2026 dengan Benih Padi Kebo
Petani Indramayu Antusias Sambut Musim Tanam I 2025/2026 dengan Benih Padi Kebo

Pemantauan Persemaian Padi di Desa Jatimulya, Indramayu

Di tengah semangat memperkuat ketahanan pangan nasional, para petani di Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melakukan pengecekan rutin terhadap persemaian padi varietas Kebo. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan difokuskan pada bibit padi usia 20 hari milik Suherman, anggota Kelompok Tani (Poktan) Setia Tani.

Persiapan untuk Musim Tanam I Tahun 2025/2026

Berlokasi di Blok Kombo II, persawahan setempat, aktivitas ini menjadi bagian dari monitoring awal Musim Tanam (MT) I tahun 2025/2026, yang diprediksi akan meningkatkan produksi beras di wilayah lumbung padi terbesar Jawa Barat ini. Kegiatan pengecekan tersebut berjalan lancar dan aman, dengan para petani memeriksa kondisi bibit untuk memastikan pertumbuhan optimal sebelum dipindah tanam ke lahan utama.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Suherman, petani berpengalaman yang telah bergabung dengan Poktan Setia Tani sejak lama, menjelaskan bahwa varietas Kebo dipilih karena ketahanannya terhadap hama dan potensi hasil panen yang tinggi. "Bibit ini sudah usia 20 hari, dan kondisinya sangat baik. Kami harap bisa mencapai hasil optimal di musim ini," ujar Suherman saat ditemui di lokasi. Rabu 24 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa pendampingan teknis dari dinas pertanian setempat telah membantu mengoptimalkan proses semai, termasuk penggunaan pupuk organik dan pengendalian gulma.

Produksi Padi di Kabupaten Indramayu

Kabupaten Indramayu, yang dikenal sebagai penghasil padi utama di Indonesia, terus menunjukkan performa impresif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, produksi padi pada 2024 mencapai sekitar 1,7 juta ton, dengan luas panen mencapai ratusan ribu hektare. Pada musim rendeng sebelumnya, produksi bahkan menyentuh 800 ribu ton gabah kering panen (GKP), menjadikan daerah ini sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mencanangkan percepatan MT I 2025/2026 dengan target panen mencapai 1,63 juta ton, sebagaimana diumumkan awal Desember lalu. Inisiatif ini melibatkan gerakan tanam serentak di berbagai kecamatan, termasuk Terisi, untuk memanfaatkan curah hujan musim hujan yang optimal.

Keunggulan Varietas Kebo

Varietas Kebo, yang sering disebut sebagai Kebo Putih atau Kebo Ireng, menjadi pilihan favorit di kalangan petani Indramayu. Menurut penelitian dari Kementerian Pertanian, varietas ini merupakan hasil persilangan lokal seperti Cibatu dengan Boma, menghasilkan potensi panen hingga 11,7 ton per hektare. Keunggulannya terletak pada masa tanam yang relatif singkat—sekitar 97 hari—serta ketahanan terhadap penyakit dan kondisi tanah yang bervariasi.

"Varietas ini cocok untuk musim hujan, dengan anakan produktif hingga 40 batang per rumpun," kata seorang agronomis dari UPTD Pertanian Kecamatan Terisi.

Poktan Setia Tani, yang terdaftar sebagai brigade pangan nasional sejak 1986, telah memanfaatkan varietas ini untuk meningkatkan produktivitas, sejalan dengan program pemerintah dalam membangun rumah penggilingan padi (RMU) dan lumbung pangan masyarakat (LPM) di desa-desa seperti Jatimulya.

Pendampingan Pertanian dan Edukasi Petani

Pendampingan pertanian di wilayah ini tidak hanya terfokus pada pengecekan bibit, tetapi juga mencakup edukasi tentang pengelolaan air irigasi dan pemilihan benih unggul. Di Desa Jatimulya, yang memiliki luas persawahan signifikan, petani seperti Suherman bekerja sama dengan kelompok tani lainnya untuk memastikan distribusi air merata, terutama di Blok Kombo II yang sering menjadi contoh sukses.

"Kami belajar dari pengalaman musim sebelumnya, di mana produksi meningkat berkat penggunaan pupuk yang tepat dan monitoring rutin," tambah Ketua Poktan Setia Tani, yang enggan disebut namanya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-petani untuk menghadapi tantangan seperti fluktuasi cuaca akibat perubahan iklim.

Proyeksi Produksi Nasional dan Dukungan Teknologi

Proyeksi nasional dari Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan produksi beras Indonesia pada MT 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton, tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyarankan dorongan teknologi irigasi adaptif untuk mendukung target ini, terutama di daerah seperti Indramayu yang bergantung pada musim hujan.

Di tingkat lokal, Pemkab Indramayu telah menggelar musyawarah turun tanam, di mana petani menyepakati jadwal semai pada November-Desember untuk varietas seperti Ciherang dan Mekongga, sementara Kebo lebih fleksibel untuk lahan irigasi.

Inspirasi bagi Desa Lain

Kegiatan di Jatimulya ini menjadi inspirasi bagi desa-desa sekitar, seperti Tanjungkerta yang memiliki potensi persawahan hingga 925 hektare. Dengan panen gadu 2025 diprediksi naik 11 persen, optimisme petani semakin tinggi.

"Kami siap berkontribusi lebih besar untuk swasembada pangan," pungkas Suherman. Meski tantangan seperti hama dan harga pupuk tetap ada, semangat gotong royong di Poktan Setia Tani diharapkan mendorong keberhasilan MT I ini.

Secara keseluruhan, inisiatif seperti ini memperkuat posisi Indramayu sebagai penopang pangan nasional. Pemerintah terus mendorong inovasi, termasuk penggunaan benih unggul dan workshop brigade pangan, untuk memastikan produksi berkelanjutan. Dengan cuaca mendukung dan persiapan matang, musim tanam tahun ini diproyeksikan membawa berkah bagi ribuan petani di Jawa Barat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan