Petani Melon Sragen Kesulitan Pasarkan Hasil Panen, Harap Dibantu Program MBG

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Petani Melon Sragen Kesulitan Pasarkan Hasil Panen, Harap Dibantu Program MBG

Petani Melon Premium di Sragen Kesulitan Pasarkan Hasil Panen

Petani melon premium di Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, sedang menghadapi tantangan dalam memasarkan hasil panennya. Meski produksi melimpah, dengan rata-rata 2–3 ton per green house, para petani kesulitan menjual buah dengan kualitas grade B dan C.

Sigit Haryanto (35), perwakilan Kelompok Tani Pemuda Brojodento, mengungkapkan bahwa kendala utama adalah pemasaran buah yang tidak terlalu bagus. Ia menyebutkan bahwa meskipun ada hasil panen yang bagus, tetapi juga ada yang kurang bagus. Hal ini membuatnya bingung untuk menentukan pasar yang tepat untuk buah grade B dan C.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Alhamdulillah hasil panen ada yang bagus, ada yang kurang bagus. Saya bingung, misal buah grade B dan C itu dipasarkan kemana,” ujarnya.

Sigit menambahkan bahwa pihaknya sudah menanam melon selama empat tahun. Meski penyerapan di kalangan warga sekitar semakin menurun, para petani tetap melayani pembeli. Namun, semangat para petani tetap terjaga.

“Yang penting semangatnya dulu, nanti hasil grade A atau B dipikir belakangan,” kata Sigit.

Berharap Dilibatkan dalam Program MBG

Para petani berharap hasil panen melon premium mereka dapat diserap dalam program pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Sigit, jika pihak MBG bisa menyerap hasil panen, maka satu kali panen akan habis dan semangat para petani akan kembali terjaga.

“Kalau pihak MBG bisa menyerap hasil panen, panen sekali habis, kita semangat lagi, tanam lagi,” harap Sigit.

Anggota DPRD Kabupaten Sragen, Fathurrahman, menegaskan bahwa keluhan para petani perlu mendapat perhatian pemerintah. Ia mendorong agar MBG di Sragen dapat menyerap buah lokal sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

“Ini bagian dari program ketahanan pangan. Kulakan buah lokal bisa diberikan kepada murid. Misal satu buah Rp 50.000, kalau dipotong-potong jadi 60 iris, satu iris tidak ada Rp 1.000. Pemilik MBG harus mempertimbangkan ini,” ujarnya.

Fathurrahman menekankan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak, tetapi juga bisa menjadi solusi bagi para petani yang kesulitan memasarkan hasil pertanian mereka.

Solusi yang Diharapkan

Selain MBG, petani melon di Desa Jambanan berharap adanya program lain yang bisa membantu memasarkan hasil panen mereka. Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain:

  • Pemerintah setempat bisa mengadakan kebijakan yang mendukung pemasaran buah lokal
  • Kerja sama dengan toko-toko atau pasar tradisional untuk memperluas pasar
  • Pengembangan usaha pengolahan buah menjadi produk olahan seperti jus atau keripik

Menurut Sigit, semua ini sangat penting untuk menjaga semangat para petani agar tetap produktif dan berkelanjutan.

Peran Pemerintah dalam Mendukung Petani

Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan dapat lebih proaktif dalam mencari solusi untuk masalah yang dihadapi para petani. Selain itu, perlu adanya sosialisasi dan edukasi tentang manfaat serta cara penggunaan buah grade B dan C agar bisa dimanfaatkan secara optimal.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pemasaran dan pengolahan buah
  • Membuka akses informasi pasar dan membangun jaringan distribusi yang lebih luas
  • Membuat kebijakan yang mendukung penggunaan buah lokal dalam program-program pemerintah

Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan para petani melon di Desa Jambanan dapat tetap bertahan dan berkembang, meskipun menghadapi tantangan dalam pemasaran.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan