
Perambahan Hutan Lindung Bugu: Ancaman Ekologis yang Terabaikan
Di tengah lebatnya hutan lindung yang memisahkan Gorontalo dan Sulawesi Tengah, suara mesin ekskavator kini lebih sering terdengar daripada kicau burung. Kawasan Hutan Lindung Bugu, yang berbatasan langsung dengan Hutan Lindung Marisa–Boliyohuto dan wilayah Baturata di Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, menjadi saksi dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang semakin merajalela.
Meskipun Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk menertibkan praktik PETI di seluruh wilayah provinsi, di lapangan, komitmen itu tampak belum sepenuhnya menjangkau aparat di daerah. Aktivitas di Bugu justru menunjukkan sebaliknya: lahan hutan lindung dirusak, ekosistem terganggu, dan ancaman bencana alam membayangi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut keterangan warga setempat, aktivitas PETI di wilayah perbatasan ini bukanlah hal baru. "Sudah lama sekali mereka menggali di sana, bahkan sekarang pakai alat berat untuk buka jalan dan proses material tambang," ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Jalan setapak yang dulu menjadi lintasan hewan kini telah berubah menjadi jalur tanah merah yang lebar, dilalui truk dan ekskavator.
Laporan lapangan menunjukkan bahwa pembukaan akses jalan dilakukan dari kawasan Kuala Besar, Kecamatan Paleleh, Buol, menuju titik tambang di Bugu, Gorontalo. Jalur ini melintasi hutan lindung yang seharusnya tidak boleh disentuh aktivitas eksploitasi. Di beberapa titik, vegetasi hutan tampak gundul, meninggalkan bekas ban berat dan tumpukan tanah hasil galian.
Dampaknya tak bisa dianggap ringan. Para pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa pengrusakan kawasan hutan di Paleleh akan memicu erosi dan meningkatkan risiko longsor. “Ini bukan sekadar tambang ilegal, tapi ancaman ekologis lintas provinsi,” ujar salah satu aktivis lingkungan di Buol. Ia menambahkan, “Kalau dibiarkan, bencana tinggal menunggu waktu.”
Kawasan hutan lindung Bugu–Marisa memang dikenal memiliki potensi emas yang besar. Godaan kekayaan alam itu tampaknya menjadi alasan utama mengapa aktivitas PETI sulit diberantas. Para pelaku bekerja dengan sistem rapi dan berpindah-pindah lokasi, membuat aparat kesulitan melakukan penindakan langsung.
Namun, di tengah maraknya aktivitas ilegal tersebut, langkah pengawasan tetap berjalan. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pogogul, Abram, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan laporan resmi kepada Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulawesi Tengah. “Laporan lengkap dari KPH Pogogul sudah seminggu yang lalu kami kirimkan ke Dishut,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Meski laporan telah dikirim, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Dishut Sulteng terkait tindak lanjut atau operasi lapangan di wilayah tersebut. Ketidakhadiran langkah konkret ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: apakah laporan tersebut sudah mendapat perhatian serius di tingkat provinsi?
Situasi ini memperlihatkan jurang antara kebijakan dan pelaksanaan. Di atas kertas, semangat memberantas PETI begitu kuat, namun di lapangan, suara alat berat terus menggema di jantung hutan lindung. Jika tidak segera ada langkah tegas dari aparat penegak hukum dan Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bukan mustahil perbatasan Gorontalo–Sulawesi Tengah akan kehilangan identitas ekologisnya.
Kini, semua mata tertuju pada Dishut Sulteng dan Gubernur Anwar Hafid. Apakah laporan dari KPH Pogogul hanya akan menjadi dokumen administrasi yang terlipat di meja birokrasi, atau menjadi titik awal penertiban nyata di lapangan? Waktu akan menjawab—sementara hutan Bugu terus berteriak tanpa suara.