Petrindo (CUAN) Akuisisi 90% Saham Guna Darma Integra

admin.aiotrade 11 Okt 2025 2 menit 11x dilihat
Petrindo (CUAN) Akuisisi 90% Saham Guna Darma Integra

Perluasan Bisnis CUAN melalui Akuisisi Proyek Pembangkit Listrik

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu, melakukan akuisisi terhadap sebuah perusahaan yang akan mengelola proyek pembangkit listrik di kawasan smelter nikel di Halmahera Timur. Langkah ini dilakukan melalui anak perusahaan PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI) yang sepenuhnya dimiliki oleh CUAN.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proses akuisisi ini telah mencapai tahap penandatanganan Share Purchase Agreement (SPA) antara VDEI dan PT Guna Darma Integra (GDI). Dalam kesepakatan tersebut, VDEI membeli 90% saham dari GDI. Proyek yang dikelola oleh GDI berupa pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas sebesar 680 MW di kawasan industri Feni Haltim (FHT) Industrial Park, yang terletak di Halmahera Timur, Maluku Utara. Nilai proyek ini diperkirakan mencapai US$ 600 juta atau setara dengan Rp10 triliun. Target pelaksanaan proyek direncanakan dalam waktu 28 bulan.

Michael, Presiden Direktur Petrindo Jaya Kreasi, menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian ini menunjukkan komitmen CUAN untuk berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Ia juga menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi sektor energi dan industri nikel di Indonesia.

“Akuisisi ini merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang perusahaan dalam pengembangan energi baru. Ini sesuai dengan visi perusahaan untuk menciptakan nilai lebih secara berkelanjutan melalui pertambangan mineral dan energi,” ujar Michael dalam keterangan resmi.

Feni Haltim (FHT) Industrial Park adalah kawasan industri terintegrasi yang menjadi bagian dari strategi hilirisasi mineral pemerintah Indonesia. Tujuannya adalah untuk merealisasikan potensi pengembangan pusat industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

Sebelum akuisisi ini, CUAN telah mendirikan anak usaha baru di sektor pembangkit listrik bernama PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI). Hal ini merupakan bagian dari ekspansi portofolio jangka panjang perusahaan.

Robertus Maylando Siahaya, Corporate Secretary CUAN, menjelaskan bahwa pendirian VDEI diproyeksikan akan memperkuat jaringan bisnis CUAN di sektor energi. Selain itu, langkah ini dinilai sejalan dengan strategi pengembangan usaha jangka panjang perseroan.

“Pendirian VDEI akan menambah portofolio perseroan, memperluas jaringan usaha, dan menjadi bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang,” kata Robertus dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Langkah diversifikasi ini memperluas cakupan bisnis CUAN yang sebelumnya dikenal dengan fokus utama di sektor pertambangan batu bara, logam mulia, dan pasir silika. Dengan adanya VDEI, CUAN semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan multi-sektor yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar energi dan industri yang berkembang pesat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan