Petrosea Luncurkan Anak Perusahaan Baru

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Petrosea Luncurkan Anak Perusahaan Baru


PT Petrosea Tbk mengumumkan pendirian anak usaha baru bernama PT Kinarya Media Selaras pada 15 Desember 2025. Anak perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, aktivitas profesional, ilmiah, dan perdagangan eceran ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas cakupan bisnis.

Corporate Secretary Petrosea Anto Broto menjelaskan bahwa pendirian PT Kinarya Media Selaras telah disahkan oleh Menteri Hukum Republik Indonesia melalui surat keputusan No. AHU-0107634.AH.01.01.Tahun 2025. Menurutnya, tujuan pendirian entitas ini adalah untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang layanan kesehatan, aktivitas sosial, serta aktivitas profesional, ilmiah, teknis, dan perdagangan eceran.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam struktur kepemilikan modal, Petrosea memiliki 99,9 persen saham senilai Rp 999 juta. Sementara itu, 0,10 persen atau Rp 1 juta dimiliki oleh PT Rekakarsa Karya Nusantara. Dengan adanya anak usaha baru ini, Anto berharap dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan dukungan operasional perusahaan. Ia juga menilai ini sebagai wujud nyata pengembangan usaha dan implementasi strategi diversifikasi bisnis.

Sebelumnya, pada November 2025, Petrosea juga mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Petrosea Services Solution Ltd., telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan pemegang saham mayoritas Scan-Bilt Pte. Ltd (SPBL), yaitu TCAL Engineering Pte. Ltd. Perjanjian ini dilakukan pada 21 November 2025. Melalui perjanjian tersebut, Petrosea mengambil alih 60 persen saham TCAL senilai US$ 8,03 juta atau sekitar Rp 134,1 miliar (kurs Rp 16.710 per dolar AS).

Petrosea akan mengembangkan SBPL sebagai business hub untuk ekspansi bisnis ke kawasan Asia Pasifik dan Oceania, termasuk Singapura, Papua Nugini, Australia, dan Indonesia. SBPL dianggap memiliki pengalaman dalam multidisiplin konstruksi dan teknik sipil. Presiden Direktur Petrosea Michael menyampaikan bahwa SBPL, yang didirikan pada tahun 1990 di Singapura, memiliki pengalaman dan rekam jejak panjang dalam industri konstruksi.

Di samping itu, Michael berharap akuisisi SBPL ini dapat mendukung proyek strategis bagi industri pengolahan migas onshore, pembangunan chemical plant, tankage terminal untuk industri kimia, serta fasilitas pembangkit listrik. Dengan demikian, Petrosea semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang mampu menangani berbagai proyek besar dan kompleks di berbagai wilayah.

Berikut beberapa hal penting terkait perkembangan terbaru Petrosea:

  • Pendirian Anak Usaha Baru
    PT Kinarya Media Selaras dibentuk untuk fokus pada bidang kesehatan, profesional, ilmiah, dan perdagangan eceran. Pendirian ini sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah.

  • Struktur Kepemilikan Modal
    Petrosea memiliki 99,9 persen saham di PT Kinarya Media Selaras, sedangkan 0,10 persen dimiliki oleh PT Rekakarsa Karya Nusantara.

  • Ekspansi Bisnis ke Asia Pasifik dan Oceania
    Melalui akuisisi SBPL, Petrosea ingin memperluas bisnisnya ke pasar regional seperti Singapura, Papua Nugini, Australia, dan Indonesia.

  • Rekam Jejak SBPL
    SBPL memiliki pengalaman luas dalam konstruksi dan teknik sipil, yang akan menjadi fondasi kuat untuk ekspansi bisnis Petrosea.

  • Dukungan Proyek Strategis
    Akuisisi SBPL diharapkan dapat membantu Petrosea dalam menjalankan proyek-proyek besar seperti pengolahan migas onshore, chemical plant, dan pembangkit listrik.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Petrosea menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan