PGN dan Renikola Kolaborasi Pasok Biomethane

admin.aiotrade 24 Des 2025 3 menit 26x dilihat
PGN dan Renikola Kolaborasi Pasok Biomethane


aiotrade, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (“PGN”) melalui PT Gagas Energi Indonesia (“PGN Gagas”) menandatangani Heads of Agreement (HOA) dengan PT Renikola Primer Energi (“Renikola”) untuk kerja sama penyediaan compressed biomethane gas (CBG) dengan titik penyerahan di Sumatera Utara.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara yang memiliki potensi besar limbah organik dari sektor perkebunan dan peternakan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menjelaskan bahwa dukungan Subholding Gas untuk menambah pasokan gas bumi termasuk yang berasal dari sumber daya terbarukan seperti CBG.

"Penandatanganan HoA hari ini merupakan salah satu wujud nyata dan komitmen Subholding Gas terkait upaya pemanfaatan pasokan gas yang berasal dari renewable energi seperti CBG ini", ungkap Mirza.

CBG merupakan energi alternatif yang dihasilkan dari proses upgrading biogas, dimana gas metana dari limbah organik dimurnikan hingga mencapai kualitas setara gas bumi, kemudian dikompresi untuk memudahkan distribusi dan penyimpanan.

CBG memiliki nilai kalor dan properti yang mirip dengan Compressed Natural Gas (CNG), sehingga dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar untuk sektor industri, transportasi, maupun rumah tangga.

PGN Gagas berkomitmen menyediakan energi beyond pipeline melalui berbagai moda penyaluran, termasuk CBG, CNG, dan LNG, guna menjangkau wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

Komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong transisi energi hijau dan menjamin ketersediaan energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Penandatanganan HOA ini menjadi langkah awal bagi PGN Gagas dan Renikola untuk membangun infrastruktur CBG, melakukan studi kelayakan, serta menyiapkan ekosistem distribusi yang efisien dan berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pengembangan energi terbarukan, mendukung kebijakan pemerintah dalam transisi energi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, mengungkapkan bahwa selain ramah lingkungan, aman dan efisien, CBG menjadi peluang sumber pasokan baru bagi PGN Gagas untuk mendukung ekonomi sirkular.

“Dukungan ekonomi sirkular dapat dirasakan melalui pemanfaatan limbah organik menjadi CBG yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani dan industri perkebunan, serta membuka lapangan kerja ramah lingkungan”, jelas Santiaji.

PGN Gagas berharap pemanfaatan CBG dapat segera direalisasikan di daerah dengan potensi limbah organik, seperti di Sumatera Utara, sehingga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil.

Manfaat CBG bagi Masyarakat dan Lingkungan

Berikut beberapa manfaat utama dari penggunaan CBG:

  • Ramah Lingkungan: CBG dihasilkan dari limbah organik yang diproses menjadi energi bersih, sehingga mengurangi emisi karbon dan polusi udara.
  • Pemanfaatan Limbah: CBG memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan yang biasanya tidak terpakai, mengubahnya menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi tinggi.
  • Mendorong Ekonomi Sirkular: Proses produksi CBG mendorong sistem ekonomi yang berkelanjutan, di mana limbah diubah menjadi sumber daya baru.
  • Meningkatkan Kemandirian Energi: Dengan menggunakan CBG, daerah yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas bisa memperoleh akses energi yang lebih murah dan terjangkau.
  • Membuka Lapangan Kerja: Proses produksi dan distribusi CBG dapat menciptakan peluang kerja baru, terutama di sektor pertanian dan industri kecil.

Langkah Ke depan

PGN Gagas dan Renikola akan segera melakukan berbagai langkah untuk mewujudkan kerja sama ini, antara lain:

  • Studi Kelayakan: Melakukan analisis mendalam mengenai potensi CBG di Sumatera Utara dan kelayakan bisnisnya.
  • Pembangunan Infrastruktur: Memastikan adanya fasilitas produksi dan distribusi CBG yang memadai.
  • Pengembangan Ekosistem: Membangun jaringan distribusi yang efisien dan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan CBG.
  • Kolaborasi dengan Stakeholder: Bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk memastikan keberhasilan proyek ini.

Dengan kolaborasi ini, PGN Gagas berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun masa depan energi yang lebih baik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan