Pidato Prabowo di Sidang Kabinet 1 Tahun Pemerintahan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 9 menit 14x dilihat
Pidato Prabowo di Sidang Kabinet 1 Tahun Pemerintahan
Pidato Prabowo di Sidang Kabinet 1 Tahun Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna

Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal sebagai Prabowo Subianto, memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/10/2025). Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah capaian kinerja pemerintahan selama satu tahun pertama. Ia juga menjelaskan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan capaian ekonomi yang telah dicapai.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pernyataan terbuka Presiden Prabowo berlangsung selama 90 menit. Setelah itu, ia mengadakan pertemuan tertutup dalam Sidang Kabinet Paripurna. Berikut adalah pidato lengkapnya:

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita sekalian, salom, salve, Om swastiastu namo buddhaya salam kebajikan.
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia Saudara Gibran Rakabuming Raka, para menteri koordinator yang saya hormati, para menteri, para kepala badan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, para Penasihat Khusus Presiden, Jaksa Agung, Kepala BIN, Kapolri, Panglima TNI serta para wakil menteri dan wakil kepala badan, seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang saya hormati dan saya banggakan.

Selamat sore,
Tentunya, sebagai insan yang bertakwa, tidak henti-hentinya memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Maha Besar, bagi umat Islam Allah SWT yang memiliki sekalian alam, hanya kepadaNya lah kita berdoa dan hanya kepadaNya lah kita memohon pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, atas kesehatan dan kebaikan yang diberikan kepada bangsa dan kepada kita sekalian dan keluarga kita, kita bersyukur kita dapat hadir melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025, yaitu tepat 1 tahun saya dilantik, disumpah di MPR, dan karena itu saya kira saudara-saudara tepatlah kita berkumpul untuk melihat apa yang sudah kita kerjakan satu tahun ini. Tentunya saya dilantik tanggal 20, tanggal 21 saya melantik saudara-saudara, kemudian kalau tidak salah tanggal 22 para wakil, habis itu langsung kita berangkat ke Magelang untuk retreat. Saya lagi pikir-pikir setelah satu tahun juga perlu retreat lagi.
Rupanya saudara-saudara sudah nostalgia untuk tinggal di tenda.

Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, saya ingin pertama tentunya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara semua yang telah dengan tekun, kerja keras, dan disiplin, memberi dharma baktimu yang sebaik-baiknya kepada bangsa dan rakyat kita di pemerintahan yang saya pimpin.
Saya berterima kasih, yang berasal dari berbagai sumber, yang berbeda-beda, daerah yang berbeda-beda, suku dan agama berbeda-beda, dari parpol yang berbeda-beda, ada yang dari parpol yang berjuang dalam koalisi kita di pemilu pilpres, ada juga yang tidak kemudian terpanggil dan bergabung.
Bukan sadar tapi terpanggil. Nggak, ini saya ini... nggak apa-apa kan saya tidak terlalu serius, serius tapi santai, sersan.
Tapi intinya, terima kasih saya. Kalau ibarat kita tim sepak bola, saya boleh dianggap sebagai manajer atau coach, saudara adalah pemain-pemain.
Saudara-saudara ada dalam babak-babak pertama, ada yang striker, ada yang bertahan, ada yang cadangan, masih menunggu kapan diperankan secara maksimal. Walaupun saudara-saudara sudah mengambil inisiatif dan sudah bergerak masing-masing, saya terima kasih. Tapi saya paham ada yang saya gunakan pertama sebagai striker untuk merebut hasil terbaik cepat.
Saudara-saudara, kita patut bersyukur bahwa kita telah bekerja keras. Untuk itu saya juga mohon maaf terutama kepada keluargamu karena sering menyita hari istirahatmu. Sepertinya di kabinet kita tidak ada tanggal merah, dan saudara-saudara sigap, Sabtu-Minggu malam-malam, dan kadang juga saya telepon malam-malam sekali atau pagi sekali saudara langsung jawab. Saya tidak mengerti, mungkin telepon di sebelah bantal. Saya terima kasih, karena kalau saya ingat sesuatu saya harus hubungi segera, takut saya lupa.

Capaian Ekonomi yang Menggembirakan

Kita saya kira boleh berdiri di depan rakyat kita dengan rasa penuh kehormatan dan kepercayaan diri. Kita telah bekerja keras tapi telah menghasilkan hal-hal yang dirasakan oleh rakyat.
Pertama, kita telah mencapai hal-hal yang sangat positif di bidang ekonomi. Di tengah ketidakpastian dunia, di tengah perang pecah di mana-mana, hitungan terakhir tadi malam ada 110 perang saat ini, 110 konflik bersenjata di seluruh dunia. Di tengah kondisi seperti ini di mana keadaan geopolitik begitu tidak menentu, geoekonomi tak menentu, di mana mata rantai komoditas-komoditas strategis pasti terpengaruh oleh keadaan geopolitik yang tidak menentu.
Energi dan pangan sangat rawan terhadap ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi ini. Alhamdulillah kita mampu menjaga pertumbuhan ekonomi masih tetap tinggi dibandingkan seluruh dunia, kita berada di 5%, di antara negara G20 kita salah satu yang tertinggi di kondisi sekarang.
Kita mampu menjaga inflasi di sekitar 2%, salah satu terendah di G20. Ini juga berkat hasil kerja keras kita semua. Kita punya teknik-teknik memantau dan mengendalikan inflasi, saya kira yang kurang diajarkan di fakultas ekonomi dunia, dan ini salah satu teknik mengendalikan inflasi yang dirintis pendahulu saya, Presiden Joko Widodo. Harus kita akui, mungkin pengalaman beliau sebagai wali kota sehingga dengan teliti bisa menemukan bagaimana memantau dan mengendalikan inflasi. Ini jangan dianggap remeh. Banyak negara hebat pertumbuhannya bagus tapi inflasinya sangat luar biasa. Industri nya bagus tapi inflasi sangat tinggi. Argentina saya kira yang begitu optimis 1–2 tahun lalu, kondisi sekarang juga tidak bagus dan banyak negara yang inflasinya sulit dikendalikan.
Defisit APBN dikendalikan di bawah batas 3% dari PDB, juga salah satu terendah di antara G20, mungkin terendah di dunia. IHSG telah tembus 8.000, tertinggi sepanjang sejarah republik kita. Ini juga di luar dugaan.
Ini juga saya kira akibat kerja keras para menteri di bidang ekonomi. Selalu kita ditakuti-takuti bahwa IHSG mencerminkan kepercayaan investor, kepercayaan pasar pada kita. Ternyata kita telah mencapai tingkat yang tertinggi, walaupun saya selalu ingatkan kita jangan takut dengan harga-harga saham. Yang penting fundamental ekonomi kita harus kuat. Dan fundamental ekonomi setiap bangsa yang paling asasi adalah pangan, energi, dan air.
Asal kita sadar ini, kita fokus ini, kita yakinkan kebijakan-kebijakan kita menjamin kita mampu memproduksi dan mendistribusikan pangan dengan baik dan efisien, energi juga demikian, mampu mengelola air dengan kuat. Mata uang, harga saham bisa fluktuatif, tapi yang paling pokok kita harus jamin produksi pangan, distribusi pangan, dan energi serta pengelolaan air yang baik. Yang ketiga ini kadang-kadang kita karena diberi karunia Tuhan air yang berlimpah di sebagian besar republik kita, tapi ada sebagian yang mengalami kesulitan, tapi kita masih kurang pandai mengelola. Kadang-kadang air ini malah jadi bencana banjir dan sebagainya.
Tapi kita bersyukur di banyak bagian dunia, ketersediaan air sangat sulit. Tidak mungkin pangan kita aman kalau tidak ada air yang cukup. Jadi ini catatan PR kita ke depan, kita harus dalami masalah air ini. Saya juga minta Mendikti Saintek coba dipelajari prodi-prodi universitas kita, apakah cukup mempelajari masalah air ini. Bagaimana mencari air, bagaimana mengelola distribusi air, bagaimana mencegah banjir. Air harus jadi sumber produktivitas, jangan menjadi sumber bencana. Saya kira sudah ratusan ribuan tahun kita pasti tahu daerah-daerah rendah pasti banjir kalau musim hujan, apalagi hujan tiba-tiba begitu padat karena kondisi perubahan iklim. Karena itu harus kita antisipasi.
Kalau tidak salah bidang air ini masih sedikit yang dipelajari di fakultas kita, ini tergolong mungkin hidrologi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kita bersyukur juga angka kemiskinan turun ke 8,47%, ini saya diberi tahu catatan oleh para pakar, ini angka terendah sepanjang sejarah RI. Kita bersyukur walaupun kita tidak boleh puas.
Tingkat pengangguran terbuka juga turun ke angka 4,76%, ini terendah sejak krisis 1998. Sekali lagi kita tidak boleh puas karena 4,76% dari 287 juta orang itu angka yang cukup besar dan bagi mereka yang perlu pekerjaan segera, ini sesuatu yang harus kita pikirkan dengan seksama. Kita paham bahwa tingkat pengangguran ini sangat meresahkan bagi mereka yang butuh pekerjaan. Kita paham, karena itu kita kerja keras. Tapi ini masalah dunia, dengan perkembangan teknologi yang pesat terjadi disrupsi dalam produksi dan industri. Ini harus kita perhitungkan.
Munculnya AI, kecerdasan buatan, ini membuat sekarang faktor riset dan penelitian lebih cepat sekali luar biasa, dan mungkin tidak terlalu membutuhkan terlalu banyak pekerja di bidang itu. Juga munculnya robotik, ini juga harus kita catat. Di Jerman, di pabrik Volkswagen yang biasa menggunakan 5.000–6.000 pekerja, sekarang hanya 30 orang, sisanya robot. Ini harus kita catat.
Juga terima kasih para menteri, para menko. Untuk pertama kali dalam sejarah republik kita sekarang punya satu sistem data tunggal sosial ekonomi nasional, DTSEN, pertama kali. Sekarang tidak ada kementerian, tidak ada lembaga yang boleh pakai data sendiri-sendiri. Satu data. Ini kita ingin meningkatkan ketepatan dalam aliran bantuan-bantuan sosial. Data keliru bisa mengakibatkan penghamburan uang, data yang keliru bisa mengakibatkan mereka yang berhak menerima bantuan jadi tidak menerima, mereka yang tidak berhak jadi menerima.
Kita juga terus bekerja keras untuk melakukan digitalisasi dan penggunaan teknologi untuk menjalankan pemerintahan yang efisien di bidang kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan. Hari ini program Makan Bergizi Gratis sudah sampai pada tahap 12.508 SPPG, atau unit dapur terpusat mencapai 12.508 dari target kita 32.000. Artinya, hari ini sudah 1,410 miliar porsi MBG sudah dimasak dan dibagikan sejak tanggal 6 Januari 2025. Hari ini ada 36,7 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menerima MBG ini.
Ini mungkin tiap hari kita beri makan enam Singapura, mungkin. Ini prestasi yang dipantau banyak negara. Yang saya tahu, Presiden Brasil memberi tahu saya mereka butuh 11 tahun untuk 40 juta, kita alhamdulillah satu tahun sudah 36 juta. Memang Kepala BGN bekerja keras pada hari ini mencapai 40 juta. Saya bilang jangan dipaksakan, ojo ngoyo, yang penting baik pelaksanaannya. 36,7 juta ini bukan tanpa kekurangan. Ada beberapa ribu yang keracunan makan, sakit perut, tetapi kalau diambil statistik 8.000 dari 1,410 miliar masih dalam koridor error yang manusiawi. Kalau tidak salah, kekurangannya adalah atau katakanlah angka yang sakit itu mungkin sekitar 0,0007, yang berarti 99,99% berhasil.
Jadi saya kira dalam sepanjang usaha manusia, hampir tidak ada usaha manusia yang dilaksanakan dalam satu tahun dengan volume yang demikian besar yang zero error, zero defect — sangat sulit. Walaupun kita tidak boleh menerima, terus saya tekankan Kepala BGN dan jajaran untuk menghasilkan suatu prosedur tetap yang ketat, menggunakan alat-alat yang terbaik untuk kita jamin kekurangan atau penyimpangan tidak terjadi. Tetapi kita juga harus yakinkan para guru-guru yang terlibat untuk mendidik anak-anak kita kalau mau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebaiknya. Berarti di sekolah harus tersedia air bersih juga dengan sabun. Tapi juga kita didik anak-anak kita, namanya anak-anak mungkin dia merasa sudah dicuci atau apa, mungkin kita harus sekarang membagikan sendok sederhana, tidak apa-apa. Saya kira sendok itu tidak terlalu mahal.
Walaupun saya tahu kebiasaan rakyat kita makan lebih enak pakai tangan, tapi kita sebagai pemimpin tidak boleh malas mengingatkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan