Pilu! Kecelakaan Bus di Tol Pemalang: Sopir Berteriak, Rem Tangan Tak Berdaya

admin.aiotrade 27 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Pilu! Kecelakaan Bus di Tol Pemalang: Sopir Berteriak, Rem Tangan Tak Berdaya

Perjalanan Wisata yang Berubah Menjadi Tragedi

Perjalanan ceria rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor, Kota Semarang, berubah menjadi mimpi buruk. Teriakan panik dari sang sopir menjadi pertanda awal petaka di dalam bus wisata yang melaju di ruas Tol Pemalang-Batang, Sabtu (25/10/2025) pagi. Kecelakaan maut ini menewaskan empat orang.

Momen ini diungkap oleh seorang korban selamat yang juga merupakan tour leader rombongan, Ryan (35). Ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat RSU Siaga Medika Pemalang, Rian pun menceritakan kembali detik-detik mengerikan itu dengan napas yang masih tersengal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ryan mengaku ingatannya begitu jelas merekam kepanikan di balik kemudi. "Sopir sempat bilang remnya los, enggak bisa ngerem," ujar Ryan.

Sopir Mati-matian Hentikan Laju Bus, Rem Tangan pun Sia-sia

Saat itu, kata Ryan, bus sebenarnya tidak sedang melaju kencang. Dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam, bus tengah bersiap keluar di tikungan menuju Gerbang Tol Gandulan. Namun, di saat krusial itulah, sistem pengereman diduga tak lagi berfungsi.

"Awalnya enggak kenceng, soalnya baru mau keluar exit tol. Sudah mau belok, remnya tiba-tiba blong," ucapnya. Menurut Ryan, sang sopir tak tinggal diam. Ia mati-matian berusaha menghentikan laju bus dengan berbagai cara. Namun, semua usahanya sia-sia.

"Transmisi sudah dikurangi, rem tangan juga sudah main, tapi remnya tetap enggak bisa," tuturnya.

Ryan Selamat Setelah Tubuhnya Terlempar

Bus yang kehilangan kendali itu akhirnya menghantam pembatas jalan lalu terguling hebat ke sisi kanan. Benturan keras membuat kaca-kaca pecah berantakan. Ryan sendiri selamat setelah tubuhnya terlempar keluar dari bus.

"Saya duduk di depan. Begitu jatuh, kaca pecah dan saya terlempar keluar. Setelah itu langsung menjauh dari bus karena takut kalau busnya meledak," kenangnya.

Polisi: Diduga Kegagalan Fungsi Rem

Kasat Lantas Polres Pemalang, AKP Arief Wiranto, membenarkan bahwa dugaan awal mengarah pada kegagalan fungsi rem. Namun, untuk memastikan ada tidaknya faktor kelalaian, pihaknya akan menerjunkan tim ahli dari Polda Jawa Tengah.

"Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Kami akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah untuk menurunkan Tim TAA (Traffic Accident Analysis) guna memastikan apakah ada faktor kelalaian pengemudi atau kerusakan teknis," ujar AKP Arief.

Kini, kesaksian para korban selamat menjadi salah satu kunci utama bagi polisi untuk mengungkap tabir di balik tragedi yang mengubah perjalanan wisata ke Guci menjadi duka lara ini.

Korban Tewas Jadi 4 Orang

Duka yang menyelimuti tragedi bus wisata di Tol Pemalang-Batang semakin dalam. Korban jiwa yang semula dilaporkan tiga orang, kini bertambah menjadi empat. Di balik angka-angka duka itu, tersimpan cerita perjuangan tim penyelamat yang harus berjibaku selama dua jam untuk mengeluarkan para penumpang yang terperangkap di dalam badan bus yang ringsek.

Kabar terbaru ini disampaikan langsung oleh Kasatlantas Polres Pemalang AKP Arief Wiranto saat memantau kondisi para korban di rumah sakit, Sabtu (25/10/2025).

"Total ada 4 orang korban jiwa dalam kejadian ini," kata AKP Arief Wiranto. Ia merinci, jenazah para korban kini tersebar di dua rumah sakit berbeda. Tiga jenazah berada di RSU Siaga Medika, sementara satu jenazah lainnya disemayamkan di RS Prima Pemalang.

"Di RSU Siaga Medika ada tiga orang, dan 1 orang berada di RS Prima Pemalang," ucapnya.

Di tengah kabar duka ini, Arief memastikan bahwa pengemudi dan kernet bus selamat dari insiden maut tersebut. Sang sopir kini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya.

"Supir masih berada di RSU Siaga Medika, masih perawatan medis di IGD rumah sakit setempat," imbuhnya.

Bus nahas yang membawa rombongan Forum Kesehatan Kelurahan Bendan Kergon Ngisor itu total mengangkut 34 orang. Proses evakuasi yang berlangsung alot menjadi cerminan betapa parahnya kecelakaan tersebut.

"Evakuasi para penumpang bus yang terjepit tadi, membutuhkan waktu dua jam," tambahnya.

Pihak kepolisian juga telah merilis identitas keempat korban yang meninggal dunia. Mereka adalah:

  • Komsyiah (jenazah di RS Prima Medika Pemalang)
  • Sri Fitriyati (jenazah di RSU Siaga Medika)
  • Endah Cipta Ningrum (jenazah di RSU Siaga Medika)
  • Abdul Ghofur (jenazah di RSU Siaga Medika)

Kini, sementara para korban luka tersebar di tiga rumah sakit di Pemalang, dan keluarga korban tewas diselimuti duka, penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti rem blong yang diduga menjadi pemicu tragedi ini masih terus berjalan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan