Pimpin Repatriasi Orangutan, Menhut Tegaskan Komitmen Lawan Perdagangan Satwa

admin.aiotrade 24 Des 2025 2 menit 13x dilihat
Pimpin Repatriasi Orangutan, Menhut Tegaskan Komitmen Lawan Perdagangan Satwa


aiotrade, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni secara langsung memimpin proses pemulangan empat orangutan dari Thailand ke Indonesia. Keempat primata ini ditemukan dalam perdagangan ilegal dan kini kembali ke tanah air untuk menjalani rehabilitasi.

Keempat orangutan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (23/12) sekitar pukul 19.00 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia GA-867. Proses repatriasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi satwa liar yang terancam oleh praktik ilegal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Raja Juli menyampaikan bahwa hari ini adalah momen penting yang menunjukkan kerja sama antar lembaga dan institusi baik nasional maupun internasional. "Hari yang bahagia bisa menyaksikan kerja keras antarkementerian, lembaga, bahkan internasional untuk repatriasi empat individu orangutan Sumatera dan Tapanuli," ujarnya dalam keterangan persnya, Rabu (24/12).

Sebagai mantan Plt Wakil Kepala Otorita IKN, Raja Juli menegaskan bahwa penguatan perbatasan sangat penting untuk mencegah perdagangan ilegal satwa langka. "Saya merasa sedih karena kejahatan jual beli satwa liar masih saja terjadi," katanya.

Keempat orangutan direpatriasi setelah menjadi korban perdagangan ilegal yang berhasil digagalkan oleh otoritas Thailand pada awal 2025 lalu. "Perlu kerja keras antar lembaga institusi dan kementerian untuk serius lagi menjaga border sehingga perdagangan ilegal yang terjadi dapat diminimalisir," tambahnya.

Dari keempat individu tersebut, terdiri dari tiga orangutan Sumatra dan satu orangutan Tapanuli. Saat disita, usia mereka masih di bawah satu bulan. Proses rehabilitasi akan dilakukan di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Langkat, Sumatera Utara.

Raja Juli menjelaskan bahwa empat primata ini akan menjalani rehabilitasi sebelum akhirnya dilepasliarkan ke habitat aslinya. "Mereka sungguh tidak layak diperjualbelikan. Mereka layak tinggal di hutan yang merupakan rumah mereka," pungkasnya.

Proses Repatriasi Orangutan

  • Pemulangan: Keempat orangutan tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat Garuda Indonesia.
  • Kerja Sama: Proses ini melibatkan kerja sama antar lembaga, kementerian, dan institusi internasional.
  • Tujuan: Untuk melindungi satwa liar dari praktik ilegal dan memberikan perlindungan lebih lanjut.

Peran Pemerintah

  • Penguatan Perbatasan: Menhut menekankan pentingnya penguatan perbatasan untuk mencegah perdagangan ilegal.
  • Komitmen: Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan melindungi satwa langka.
  • Kerja Keras: Diperlukan kerja keras antar lembaga untuk mengurangi risiko perdagangan ilegal.

Rehabilitasi dan Pelepasan

  • Pusat Rehabilitasi: Satwa langka ini akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Langkat, Sumatera Utara.
  • Proses Rehabilitasi: Tujuannya adalah untuk memastikan keberlangsungan hidup orangutan sebelum dilepasliarkan.
  • Habitat Asli: Setelah proses rehabilitasi selesai, orangutan akan kembali ke habitat alaminya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan