
Peristiwa Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Pada Senin (29/9/2025) sore, sebuah bangunan tiga lantai di komplek Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk. Saat kejadian, puluhan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjemaah di lantai satu. Beberapa menit sebelum bangunan runtuh, terasa getaran yang cukup kuat, sehingga membuat suasana menjadi panik.
Para santri langsung berhamburan keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri. Sebagian dari mereka lari menuju kampung sekitar karena khawatir terjadi runtuhan susulan. Namun, beberapa korban terjebak di bawah reruntuhan dan tidak bisa dievakuasi secara langsung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu korban yang terjepit adalah seorang santri yang pinggangnya terhimpit beton. Petugas masih berusaha mencari cara untuk mengevakuasi korban tersebut. Dari teknologi scan, ditemukan indikasi adanya korban lain yang masih hidup di bawah reruntuhan. Para korban tersebut menunjukkan reaksi seperti menggerakkan kaki atau bagian tubuh lain, yang menandakan bahwa mereka masih dalam kondisi sadar.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan pihak lain masih melakukan upaya evakuasi. Menurut Nanang Sigit, SAR Mission Coordinator (SMC), ada beberapa korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Meski mereka bisa diajak komunikasi, namun belum bisa dievakuasi karena posisinya yang sulit.
Alasan Korban Masih Terjebak
Nanang menjelaskan bahwa alasan korban masih terjebak adalah karena pinggang mereka terhimpit beton. Pihaknya pun terus berupaya menemukan cara untuk mengevakuasi korban tanpa membahayakan keselamatan mereka. Salah satu strategi yang digunakan adalah membuat lubang dari bawah agar bisa sampai ke para korban dan memberikan jalan untuk evakuasi.
Proses evakuasi dilakukan selama 24 jam dengan dibagi menjadi beberapa tim. Setiap tim bekerja selama tiga jam dan bergantian. Meskipun begitu, ada kendala utama dalam proses evakuasi, yaitu struktur bangunan yang rapuh dan tumpukan material beton yang menyulitkan pergerakan tim.
Kunjungan Menteri Agama
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, turut meninjau langsung proses evakuasi korban pasca-ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo pada Selasa (30/9/2025) petang. Dalam kunjungannya, ia mendoakan korban meninggal dan berharap seluruh proses evakuasi berjalan lancar.
“Kita berdoa semoga anak-anak bangsa yang gugur ini, insyaallah syuhada (orang yang meninggal dalam keadaan baik). Niatnya suci untuk menuntut ilmu, terutama menuntut ilmu Al Quran,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga menemui para keluarga korban yang berada di kawasan pesantren untuk menanti perkembangan terbaru. Dalam kesempatan itu, Nasaruddin mengingatkan bahwa musibah ini di luar dugaan semua pihak. Namun, hal ini harus dijadikan pembelajaran berharga. Kementerian Agama akan memberikan perhatian khusus tentang pembangunan fisik pondok pesantren.
Kronologi Kejadian
Pada Senin sore waktu Asar kemarin, pukul 15.00 WIB, sebuah bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, ambruk. Beberapa warga menyebut, ada suara keras sekali seperti gempa. Namun, setelah dicek, bangunan di bagian tengah pondok sudah ambruk.
Kesaksian tersebut disampaikan Munir, Ketua RT 7/RW 3 Desa/Kecamatan Buduran, Sidoarjo. “Kemarin izin ngecor bagian atas. Ini sepertinya tiga lantai. Setahu saya ini musala,” katanya di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian terlihat sudah berada di lokasi kejadian. Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun berusaha melakukan evakuasi kepada para korban. Kemudian, sebagian korban sudah dievakuasi menggunakan ambulans dan sebagian masih terjebak di dalam reruntuhan.
Hingga Selasa (30/9/2025) pukul 20.00 WIB, terdapat tiga orang tewas dalam kejadian ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Sejumlah santri diduga masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan.