
BANGKALAN, aiotrade
Selama ini, sengketa lahan kembali muncul di wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Masalah ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Balung, Kecamatan Arosbaya. Pintu masuk sekolah tersebut ditutup oleh warga setempat karena permasalahan kepemilikan lahan.
Menurut Mansyur, pemilik lahan, SDN Balung berdiri di atas dua lahan yang berbeda. Bangunan tiga kelas di sisi barat berada di atas lahan pemerintah, sedangkan tiga kelas lainnya, ruang guru hingga perpustakaan berada di atas lahan miliknya sendiri. Ia bahkan memasang pembatas di dalam sekolah, tepat di teras tiga kelas yang berada di sisi barat. Tujuannya adalah untuk menandai bahwa halaman dan ruang kelas lainnya berada di atas lahan miliknya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ini saya tutup sementara sampai selesai proses mediasi. Karena sebelumnya sudah kami beri waktu 30 hari plus 14 hari untuk Pemkab Bangkalan untuk mengambil tindakan namun tidak ada kejelasan," ujarnya pada Rabu (17/12/2025).
Ia juga memasang penutup berbahan material seng berwarna biru lengkap dengan tulisan 'Tanah ini milik pribadi berdasarkan SHM nomor :09/1986. Dilarang melakukan aktivitas apa pun tanpa izin pemilik atau yang menguasai'.
"Sesuai SHM yang kami miliki, lahan kami seluas 1.140 meter dan yang digunakan untuk bangunan sekolah ini sekitar 400 sampai 500 meter," tambahnya.
Sebelum penutupan, pihaknya telah berupaya meminta Pemkab Bangkalan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Upaya mediasi bahkan dilakukan sejak tahun 2020, namun permintaan ganti rugi tidak segera diberikan.
"Sejak 2020 kami lakukan upaya mediasi dan tim appraisal juga sudah turun namun masih tidak ada titik temu. Saya harap pemkab segera menyelesaikan ini," jelasnya.
Mansyur menyatakan, jika Pemkab Bangkalan tidak segera memberikan ganti rugi, maka pihaknya akan menggunakan lahan tersebut sebagai gudang pertanian.
"Kalau memang tidak ada kejelasan kami tutup permanen dan akan saya gunakan sebagai gudang," katanya.
Meski begitu, saat ini pihaknya masih menyisakan jalan selebar 1 meter untuk akses keluar masuk siswa dan guru. Ia mengaku, permasalahan antara dirinya dan Pemkab Bangkalan tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.
"Saya masih ada itikad baik untuk akses keluar masuk. Untuk belajar bisa menggunakan bangunan sisi barat itu," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moh Yakub tidak merespons saat ditanya oleh aiotrade terkait permasalahan tersebut.