
Krisis Air Bersih Melanda Tujuh Wilayah di Tasikmalaya
Ratusan ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sukapura di Kabupaten Tasikmalaya kini menghadapi ancaman krisis air bersih. Hal ini terjadi setelah dua pipa transmisi utama di kawasan Citerewes, Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, mengalami putus total akibat terseret material longsor pada Kamis 6 November 2025 dini hari.
Bencana alam yang dipicu oleh hujan deras tersebut kini melumpuhkan pasokan air ke tujuh wilayah pelayanan. Kepala Sub Bagian Humas Perumda Air Minum Tirta Sukapura, Uda Gunawan, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut semalaman hingga menyebabkan pergerakan tanah. Nahasnya, tanah yang longsor menimpa dan menggusur dua jalur pipa utama milik perusahaan daerah tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
”Kerusakan terjadi sejak Kamis malam. Kedua pipa terseret longsor, mengakibatkan pasokan air ke tujuh wilayah di Tasikmalaya terhenti total,” ujar Uda, Jumat 7 November 2025.
Wilayah yang langsung terdampak dan mengalami gangguan pasokan air meliputi Cabang Tamansari, wilayah Kawalu, Cibeureum, Manonjaya, Singaparna, Mangunreja, dan Sariwangi. Hingga kini, tim teknis Perumda Tirta Sukapura langsung diterjunkan ke lokasi yang dikenal memiliki medan sangat sulit karena di tengah tebing yang curam dan tanah yang masih labil.
Jumat siang, satu pipa berhasil disambungkan kembali. Kini, tinggal satu jalur yang masih dalam pengerjaan. Meskipun satu pipa telah tersambung, tekanan air yang sampai ke rumah pelanggan masih sangat rendah. Perumda menargetkan perbaikan tuntas pada Sabtu 8 November 2025. Namun, mereka harus ekstra hati-hati.
”Medan sangat ekstrem. Perbaikan kami lakukan bertahap demi memastikan keselamatan para petugas,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, pihak perusahaan telah menyediakan layanan air bersih dengan menggunakan mobil tangki. Warga yang membutuhkan diimbau untuk segera mengajukan permohonan melalui ketua RT setempat.
Kesulitan Pelanggan Berlanjut
Meski demikian, kesulitan tetap dirasakan pelanggan. Andris (43), warga Kecamatan Tamansari, mengaku, air di rumahnya mati total sejak Kamis malam dan belum mengalir sama sekali hingga Jumat.
”Mudah-mudahan segera teratasi. Susah juga kita hidup tanpa pasokan air bersih,” ucapnya.
Sementara itu, Weni Sulistiyawati (29), warga Perumahan Marhamah, Kelurahan Sambongjaya Mangkubumi, mengatakan, pada Jumat siang, air ke perumahannya mulai mengalir kembali meski sangat kecil. Ia berharap kondisi tersebut segera teratasi.
Gangguan pasokan air bersih juga dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya, yang dilayani oleh Perumda Tirta Sukapura. Kondisi ini membuat sejumlah warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Salah satunya dialami Rangga Jatnika (35), seorang pegawai di kantor di Jalan Tarumanagara, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Rangga mengatakan, dalam beberapa hari ini kantornya tidak mendapatkan aliran air dari PDAM. ”Kami sudah beberapa hari tidak ada air. Ternyata pipa PDAM rusak karena longsor,” kata Rangga, Jumat sore.
Ketiadaan air membuat aktivitas di kantor terganggu, terutama untuk kebutuhan dasar, seperti toilet. Sebagai alternatif, Rangga dan rekan-rekannya memanfaatkan air hujan yang turun, baik siang maupun sore hari.
Dia berharap, perbaikan pipa PDAM bisa segera selesai agar pasokan air kembali normal.