
JAKARTA, aiotrade–
PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) sedang memasuki tahap peralihan setelah PT Morris Capital Indonesia (MCI) menjadi pemegang saham pengendali baru. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal sebagai pelaku bisnis manufaktur berbasis PVC. Namun kini, PIPA bertransformasi menjadi holding investasi yang fokus pada sektor energi, khususnya pengembangan ekosistem minyak dan gas (migas) terintegrasi.
Direktur Utama PT Multi Makmur Lemindo Tbk, Imanuel Kevin Mayola menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur dan ketahanan pasokan energi nasional. Ia mengungkapkan harapan bahwa rangkaian aksi korporasi ini akan menjadi katalis positif bagi peningkatan nilai perseroan dalam jangka menengah hingga panjang, termasuk potensi pertumbuhan kapitalisasi pasar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menjelaskan bahwa sejak Oktober 2025, kendali perusahaan secara resmi telah berpindah kepada PT Morris Capital Indonesia (MCI). Saat ini, MCI sedang memproses Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO), yang diharapkan selesai pada awal 2026.
Komposisi kepemilikan saham saat ini terdiri dari 49,92 persen saham milik MCI dan 50,08 persen saham publik. Hal ini menunjukkan komitmen perseroan untuk tetap menjaga kepemilikan saham publik yang signifikan.
Sebagai fondasi transformasi ke depan, PIPA merencanakan beberapa inisiatif pada 2026, yaitu:
-
Investasi inti bisnis
Rencana investasi pada aset pengolahan minyak dan gas memiliki estimasi nilai hingga Rp 300 miliar. Investasi ini diharapkan menjadi sumber pendapatan utama jangka panjang dengan margin yang lebih baik. -
Penguatan infrastruktur
Perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai sekitar Rp 460 miliar untuk memperkuat logistik dan infrastruktur energi, termasuk transportasi, penyimpanan, dan distribusi migas. -
Ekspansi perdagangan
PIPA menargetkan ekspansi usaha melalui akuisisi perusahaan afiliasi di sektor perdagangan migas. Rencana ini akan dibiayai melalui penerbitan obligasi dengan nilai hingga Rp 200 miliar.
"Serangkaian langkah ini ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan berulang, memperbaiki struktur margin, dan memperkuat posisi PIPA dalam rantai pasok industri energi nasional," tambah Imanuel.
Sebagai bagian dari penyesuaian struktur organisasi dan tata kelola pasca-akuisisi, PIPA berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Februari 2026. Agenda utama rapat tersebut mencakup perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, serta pemberian persetujuan awal atas rencana aksi korporasi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Right Issue), yang ditargetkan terlaksana pada kuartal III-2026.