PIS ungkap nasib dua kapal Pertamina setelah Iran tutup Selat Hormuz

PIS ungkap nasib dua kapal Pertamina setelah Iran tutup Selat Hormuz


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dipicu oleh konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus berlangsung tanpa tanda-tanda akan segera reda. Kondisi ini memicu ketegangan di jalur laut penting, termasuk Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur paling strategis dalam perdagangan global. Baru-baru ini, Iran kembali menutup akses Selat Hormuz setelah sempat membuka jalur tersebut untuk rombongan tanker pada akhir pekan lalu.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita mengungkapkan bahwa dua kapal milik perusahaan, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Ia menjelaskan bahwa PIS sedang memantau situasi secara intensif karena kondisi di wilayah tersebut sangat dinamis.

Vega menekankan bahwa PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian dan otoritas berwenang. Hal ini dilakukan guna memastikan perencanaan pelayaran yang aman dapat disiapkan dengan baik.

"Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman," ujar Vega saat dihubungi aiotrade.co.id, Minggu (19/4/2026).

Sehari sebelumnya, PIS telah mengumumkan bahwa mereka sedang siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan seiring dengan pengumuman pembukaan jalur oleh Iran.

Strategi yang disiapkan PIS mencakup beberapa aspek penting, seperti:

  • Penyusunan rute pelayaran yang optimal dan aman
  • Identifikasi risiko yang mungkin muncul selama perjalanan
  • Penggunaan navigasi elektronik untuk memastikan keakuratan posisi kapal
  • Penyiapan rencana kontijensi dalam menghadapi kemungkinan gangguan

Selain itu, PIS juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri, yang memberikan dukungan besar dalam menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas setempat.

"Perusahaan juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, ship management, pemilik kargo, serta otoritas setempat, guna memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik. Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya," tambah Vega.

Dengan situasi yang terus berubah, PIS tetap memantau perkembangan secara berkala dan bersiap untuk mengambil tindakan cepat jika diperlukan. Mereka berharap kondisi di Selat Hormuz segera stabil sehingga kapal-kapal mereka dapat kembali beroperasi secara normal.