
JAKARTA, aiotrade—
Gitaris Padi Reborn, Satriyo Yudi Wahono atau dikenal dengan panggilan Piyu, menegaskan bahwa hubungan antaranggota band tetap utuh meskipun ia dan vokalis band, Andi Fadly Arifuddin, berada di kubu yang berbeda dalam isu royalti musik di Indonesia.
Piyu tergabung dalam Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), sementara Fadly menjadi anggota Vibrasi Suara Indonesia (VISI). Meski memiliki perbedaan pandangan, Piyu mengatakan hal tersebut tidak memengaruhi kekompakan band yang telah berdiri selama hampir tiga dekade.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Sama-sama lah, maksudnya kita juga punya pendapat masing-masing, punya keinginan untuk semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar Piyu saat hadir di Parlemen Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).
Menurut Piyu, perbedaan pendapat di antara mereka bukanlah hal baru dan justru menjadi bagian dari dinamika dalam sebuah keluarga besar. “Dalam satu keluarga saja pasti ada perbedaan pandangan, jadi wajar kalau dalam band juga begitu,” tambahnya.
Piyu percaya bahwa perbedaan tersebut justru membuat Padi Reborn terus berkembang dan memiliki ciri khas tersendiri. “Itu yang membuat kita jadi kaya, jadi berwarna karena ada perbedaan-perbedaan itu,” ujarnya.
Di tengah kesibukan membahas isu royalti, Piyu menyampaikan bahwa Padi Reborn tetap aktif dalam berkarya. Band yang digawangi oleh Piyu, Fadly, Ari, Rindra, dan Yoyo akan merilis ulang album perdana mereka dalam format piringan hitam (vinyl).
“Yang kemarin rilisan vinyl itu untuk album pertama dulu. Jadi album pertama yang akan kita rilis dalam bentuk piringan hitam,” kata Piyu.
Proses pencetakan vinyl tersebut dilakukan di Praha, Republik Ceko, dan kini hanya menunggu waktu pengiriman ke Indonesia. “Barangnya lagi dikirim, kalau sudah sampai baru bisa kita rilis,” jelasnya.
Piyu menjelaskan bahwa rilisan ini akan dibuat terbatas agar lebih eksklusif. “Rilisan ini, lanjut Piyu, akan dibuat terbatas agar terasa lebih eksklusif.”
Selain itu, Piyu memastikan bahwa ke depan Padi Reborn akan menghadirkan rilisan fisik untuk album-album berikutnya. “Nanti untuk album baru juga bakal ada rilisan fisik, entah itu vinyl atau kaset,” tutur Piyu.