
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Pada hari Kamis (6/11/2025), saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) secara resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang bergerak dalam sektor pelayaran ini menghadirkan sahamnya ke pasar modal dengan harapan meningkatkan kapasitas armada dan memperluas layanan pengangkutan alat berat serta kontainer.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di perdagangan hari keduanya, tepatnya pada Jumat (7/11/2025), saham PJHB kembali mencapai level Auto Reject Atas (ARA) sebesar 25% dengan harga Rp 515 per saham. Hal ini menunjukkan minat kuat dari para investor terhadap saham baru ini.
Dalam rangka peluncuran saham tersebut, PJHB menawarkan sebanyak 480 juta saham baru atau setara dengan 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Setiap saham ditawarkan dengan harga IPO sebesar Rp 330. Dengan demikian, total dana yang diharapkan dapat terkumpul adalah sekitar Rp 158,4 miliar.
Direktur Utama PJHB, Go Sioe Bie, menjelaskan bahwa seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan sepenuhnya sebagai belanja modal (capital expenditure/capex).
βIni merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk meningkatkan kapasitas armada dan memenuhi permintaan pengangkutan alat berat serta kontainer dari klien-klien,β ujarnya dalam pernyataannya.
Adapun dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk membangun tiga kapal baru jenis Landing Craft Tank (LCT) dengan total kapasitas mencapai 2.500 DWT. Proyek pembangunan kapal ini diharapkan dapat memperkuat posisi PJHB di sektor pelayaran domestik.
Berikut rincian penggunaan dana hasil IPO:
- Dana sebesar 94,11% atau sekitar Rp 153,40 miliar akan berasal dari hasil IPO.
- Sisanya sebesar 5,89% atau sekitar Rp 9,60 miliar akan berasal dari kas internal perseroan.
PJHB Chart
by TradingView
Proyek pembangunan tiga kapal baru ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas kapasitas armada, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional serta kemampuan perusahaan dalam menangani permintaan yang semakin tinggi dari pelanggan. Dengan penambahan kapal LCT, PJHB diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih baik dan memperkuat pangsa pasarnya di sektor pelayaran nasional.
Selain itu, pengembangan armada ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan industri pelayaran yang semakin kompetitif. Dengan adanya peningkatan kapasitas, PJHB berpotensi meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan di masa depan.
Perusahaan juga telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran proses pembangunan kapal. Termasuk dalam hal koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti kontraktor dan mitra bisnis, agar proyek dapat berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.
Dengan catatan positif di awal perdagangan saham, PJHB memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu perusahaan pelayaran yang unggul di pasar modal Indonesia. Kehadiran saham PJHB di BEI juga memberikan peluang bagi para investor untuk ikut berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan yang sedang berkembang pesat.