Plafon Sekolah MIN 2 Polman Roboh, Siswa Diungsikan ke Aula

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 31x dilihat
Plafon Sekolah MIN 2 Polman Roboh, Siswa Diungsikan ke Aula
Plafon Sekolah MIN 2 Polman Roboh, Siswa Diungsikan ke Aula

Kebijakan Pemeliharaan Gedung Sekolah yang Tidak Memadai

Plafon ruang kelas di beberapa sekolah di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan parah. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar. Dua kejadian berbeda terjadi dalam waktu dekat, yaitu di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Polman dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Polman.

MIN 2 Polman: Plafon Ruang Kelas Ambruk

Di Desa Rea Timur, Kecamatan Binuang, plafon ruang kelas satu MIN 2 Polman ambruk pada Kamis (12/11/2025). Kejadian ini terjadi saat sekolah sedang tutup, sehingga tidak ada korban jiwa. Plafon yang rusak menimpa kursi dan meja belajar, tetapi tidak menyebabkan cedera pada siswa atau guru.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Suryana, wali kelas satu, mengatakan bahwa ruang kelas tersebut dihuni oleh 14 siswa. Ia mengetahui kejadian ini saat hendak memulai pelajaran. Menurutnya, plafon kelas sudah menunjukkan tanda-tanda retak selama tiga bulan terakhir. Akibatnya, siswa diperintahkan untuk belajar di aula sementara hingga perbaikan dilakukan.

Staf sekolah, Usman, menyebut bahwa ruang kelas tersebut selesai dibangun akhir 2024 oleh kontraktor PT Arya Perkasa Utama. Proyek pembangunan dimulai pada awal 2023. Namun, hanya dalam waktu kurang dari setahun, plafon sudah mengalami kerusakan serius. Pihak sekolah berharap agar perbaikan segera dilakukan agar proses belajar mengajar dapat berjalan normal kembali.

MAN 1 Polman: Plafon Ruang Kelas XI Merdeka Sembilan Ambruk

Kejadian serupa juga terjadi di MAN 1 Polman. Plafon ruang kelas XI Merdeka Sembilan ambruk pada Jumat (10/10/2025) sore, saat hujan deras disertai angin kencang. Ruangan kelas yang dihuni 36 siswa ini sementara waktu tidak dapat digunakan. Pihak sekolah memindahkan siswa satu kelas ke mushala untuk melanjutkan pembelajaran.

Menurut pantauan Tribun-Sulbar.com, serpihan plafon berserakan di lantai, menimpa kursi dan meja belajar. Buku pelajaran, kertas tugas, dan sepatu siswa masih berserakan di dalam ruangan. Pekerja proyek rehab bangunan rencananya akan membersihkan sisa serpihan plafon, mengeluarkan kursi dan meja dari ruangan, serta mencari penyebab ambruknya plafon.

Fahruddin, Humas MAN 1 Polman, mengatakan bahwa kejadian ini terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Ia menjelaskan bahwa letak gedung di samping persawahan membuatnya rentan terhadap tiupan angin kencang. Meskipun beberapa ruang kelas terkena angin, hanya plafon kelas XI Merdeka Sembilan yang ambruk.

Fahruddin menyebut bahwa ruang kelas tersebut selesai direhab oleh PUPR Sulbar pada 2024. Setelah pekerjaan rehab selesai, ruangan tersebut digunakan oleh siswa selama satu tahun. Saat kejadian, siswa telah selesai belajar dan pulang meninggalkan ruang kelas. Oleh karena itu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Masalah Umum yang Terlihat

Kedua kejadian ini menunjukkan adanya masalah dalam pemeliharaan dan kualitas konstruksi bangunan sekolah. Meskipun ruangan tersebut baru saja selesai dibangun atau direhab, mereka mengalami kerusakan yang cukup serius. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang proses pemeriksaan dan pengawasan selama pembangunan maupun rehabilitasi.

Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya penanganan darurat dan pengelolaan situasi ketika terjadi kerusakan. Pihak sekolah harus lebih siap dalam menghadapi kejadian seperti ini, termasuk dalam hal pemindahan siswa dan pengaturan ruang belajar sementara.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat dan pihak terkait diharapkan lebih waspada terhadap kualitas infrastruktur pendidikan dan memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan dan keselamatan siswa.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan