PLN Butuh Lima Hari Perbaiki Listrik Aceh, Bawa Genset

admin.aiotrade 09 Des 2025 2 menit 11x dilihat
PLN Butuh Lima Hari Perbaiki Listrik Aceh, Bawa Genset

Proses Pemulihan Aliran Listrik di Banda Aceh

PT PLN (Persero) membutuhkan waktu selama lima hari untuk memulihkan aliran listrik secara penuh di Banda Aceh. Wilayah Aceh mengalami gangguan listrik akibat bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu. Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk menyambungkan aliran listrik ke area-area yang terisolasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami mengerahkan seluruh kekuatan agar sistem kelistrikan Aceh bisa pulih kembali, tapi untuk itu membutuhkan waktu selama lima hari agar (akses listrik) ke Banda Aceh bisa penuh,” ujar Darmawan dalam konferensi pers secara virtual di Kementerian ESDM, Selasa (9/12).

Selain itu, transmisi listrik dari Langsa ke Pangkalan Brandan di Aceh juga terputus. Hal ini menyebabkan sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari aliran utama Pulau Sumatera.

Tantangan dalam Memulihkan Jaringan Listrik

Menurut Darmawan, PLN sedang berusaha memulihkan transmisi dari pusat Sumatera ke Langsa selama lima hari ke depan. Namun, perusahaan juga akan berusaha mendatangkan genset untuk wilayah Banda Aceh agar dapat mengurangi pemadaman bergilir.

Dia menjelaskan bahwa seluruh pihak masih berupaya menembus wilayah-wilayah Aceh yang belum terlistriki sempurna, seperti di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Darmawan meminta maaf karena belum bisa memulihkan 93% sistem kelistrikan Aceh sebagaimana informasi yang disampaikan pada akhir pekan lalu.

“Saya memahami betul kekecewaan dan kesulitan masyarakat, tidak ada alasan apapun yang bisa menghapus ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Darmawan mengakui bahwa kerusakan jaringan listrik PLN yang diakibatkan banjir bandang sangat parah. Terkait daerah yang terisolasi, dia mengaku masih membutuhkan waktu lebih untuk memulihkan jaringan tegangan rendah mereka di sana.

Dampak pada Kondisi Banda Aceh

Kondisi ini juga berdampak pada kondisi Banda Aceh yang masih mengalami pemadaman bergilir sebab kekurangan pasokan listrik sebanyak 40 megawatt.

Meskipun begitu, Darmawan menyebut bahwa PLN telah mencoba untuk mengalirkan listrik dari Arun ke Banda Aceh, melalui sinkronisasi antar pembangkit dari Arun ke Bireuen ke Sigli yang berjalan lancar. Namun ketika aliran tiba di Sigli mengalami ketidakstabilan dalam sistem kelistrikan sehingga semalam pembangkit listrik di sana sempat padam.

Upaya dan Komitmen PLN

PLN terus berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan jaringan listrik di seluruh wilayah Aceh. Meskipun menghadapi tantangan besar, perusahaan tetap berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Darmawan menegaskan bahwa semua pihak, termasuk masyarakat, harus bersabar dan bekerja sama dalam proses pemulihan ini.

Dengan kerja sama yang baik dan komitmen yang kuat, diharapkan keandalan sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih dan kembali stabil.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan