Inovasi Energi Bersih di Tengah Peringatan Hari Pahlawan
Pada peringatan Hari Pahlawan, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meluncurkan sebuah aplikasi marketplace biomassa. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat pasokan bahan bakar cofiring bagi pembangkit listrik. Proses implementasi awal dimulai di PLTU Adipala dengan kapasitas 660 MW dan teknologi supercritical.
Platform ini dirancang untuk menghubungkan berbagai pihak seperti petani, kelompok tani, BUMDes, koperasi, serta agregator dengan pembangkit. Sistem yang digunakan mengatur volume, mutu, hingga logistik secara transparan dan terukur. Hal ini menjadi langkah penting dalam proses dekarbonisasi pembangkit listrik yang sudah beroperasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menegaskan bahwa cofiring menjadi salah satu strategi utama dalam dekarbonisasi. Menurutnya, kepastian pasokan, standardisasi kualitas, dan efisiensi logistik adalah kunci sukses dari inisiatif ini.
“Dengan marketplace, mismatch kualitas bisa ditekan, partisipasi lokal meningkat, dan operasi pembangkit menjadi lebih andal dalam mendukung penurunan emisi serta mendorong ekonomi sirkular di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Dari sisi pasokan, Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa platform ini memiliki fitur utama seperti registrasi pemasok, penawaran harga dan volume, quality gate di setiap hub, serta pelacakan pengiriman hingga diterima di pembangkit. Skema digital ini dirancang agar dapat direplikasi di berbagai pembangkit PLN lainnya.
“Melalui skema hub–sub hub–main hub suplai menjadi lebih transparan dan terstandar. Tidak semua material hayati layak digunakan, karena itu kriteria mutu diseragamkan agar mendekati spesifikasi batu bara, sehingga faktor kapasitas pembangkit tetap terjaga,” jelasnya.

Proyek perdana di PLTU Adipala diharapkan mampu menjaga kestabilan pasokan cofiring. Hanafi Nur Rifa’i, Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power, menilai langkah digitalisasi ini bukan sekadar efisiensi, melainkan strategi untuk membangun ekosistem energi yang inklusif.
“Dengan teknologi supercritical dan penerapan cofiring, PLTU Adipala siap menyongsong target Net Zero,” ujarnya.
Selain menekan emisi karbon, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Petani, BUMDes, dan UMKM kini memperoleh akses pasar serta kepastian pembayaran yang lebih transparan melalui sistem digital end-to-end. Ke depan, PLN EPI berencana memperluas pengembangan tanaman energi, mengintegrasikan data mutu dan volume antar-hub, serta memperkuat kapasitas agregator agar pasokan biomassa menjadi lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cilacap, Rulli Jaya Santika, mengapresiasi langkah PLN EPI dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap masyarakat desa.
“Program seperti ini memberi nilai tambah nyata bagi daerah. Ketika industri energi melibatkan masyarakat akar rumput, efek bergandanya luar biasa, baik bagi ekonomi lokal maupun penciptaan lapangan kerja hijau,” ungkap Rulli.
Langkah ini menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan kini hadir dalam bentuk baru: bukan lagi melalui perjuangan fisik, tetapi lewat inovasi energi bersih yang menyalakan masa depan Indonesia.