PLN EPI Resmikan Pabrik Serpihan Kayu di Tasikmalaya untuk Bahan Bakar Biomassa PLTU Co-Firing

admin.aiotrade 24 Des 2025 3 menit 24x dilihat
PLN EPI Resmikan Pabrik Serpihan Kayu di Tasikmalaya untuk Bahan Bakar Biomassa PLTU Co-Firing
PLN EPI Resmikan Pabrik Serpihan Kayu di Tasikmalaya untuk Bahan Bakar Biomassa PLTU Co-Firing

Pengembangan Mesin Pengolahan Biomassa di Kabupaten Tasikmalaya

PLN Energi Primer Indonesia (EPI) baru saja meresmikan pengembangan mesin pengolahan biomassa di Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Peresmian dilakukan pada hari Selasa, 23 Desember 2025, dan menjadi bagian dari upaya mendukung program co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Fasilitas ini bertujuan untuk memperkuat penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu bara.

Mesin pengolahan biomassa tersebut menggunakan bahan baku hayati yang berasal dari berbagai jenis kayu dan ranting. Bahan baku ini diperoleh dari mitra lokal di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengolahan berupa serpihan kayu akan digunakan untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara di PLTU terdekat. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak lingkungan yang lebih baik serta meningkatkan efisiensi dalam produksi listrik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa peresmian fasilitas pengolahan biomassa ini merupakan yang pertama kali dilakukan di dua lokasi, yaitu Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Ia menyatakan bahwa kedua fasilitas ini memiliki potensi besar dalam menghasilkan ribuan ton serpihan kayu setiap bulannya. Saat ini, serpihan kayu yang dihasilkan akan dikirim ke PLTU terdekat, seperti yang ada di Ciamis, Adipala, dan Indramayu.

Hokkop menambahkan bahwa fasilitas di Tasikmalaya memiliki mesin dengan ukuran yang sama seperti di Ciamis. Namun, terdapat perbedaan dalam bentuk bahan baku awal yang diolah. Di Tasikmalaya, bahan bakunya masih berupa ranting dan kayu, sehingga harus melalui proses pencacahan dan penggilingan hingga menjadi serpihan kayu yang siap digunakan oleh PLTU.

Dalam hal kapasitas produksi, mesin pengolahan biomassa tersebut mampu menghasilkan sekitar 10 ton serpihan kayu per jam. Saat ini, operasional mesin dibatasi selama 8-10 jam per hari agar peralatan tetap dalam kondisi baik. Namun, Hokkop menyampaikan bahwa ke depan, jam operasional bisa ditingkatkan hingga 14 jam per hari, sehingga kapasitas produksi dapat meningkat secara signifikan.

Manfaat dan Tujuan Proyek Biomassa

Proyek pengolahan biomassa ini memiliki beberapa manfaat utama, antara lain:

  • Mengurangi emisi karbon: Dengan mengganti sebagian batu bara dengan serpihan kayu, emisi gas rumah kaca dapat diminimalkan.
  • Mendorong ekonomi lokal: Mitra lokal di wilayah Tasikmalaya terlibat dalam pengadaan bahan baku, sehingga memberikan peluang usaha dan peningkatan perekonomian masyarakat.
  • Meningkatkan efisiensi energi: Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif membantu menjaga ketersediaan energi listrik yang stabil dan berkelanjutan.

Selain itu, proyek ini juga menjadi contoh inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar daerah. Dengan adanya fasilitas pengolahan biomassa, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan limbah kayu dan ranting yang biasanya tidak termanfaatkan.

Tantangan dan Langkah Ke Depan

Meskipun proyek ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah konsistensi pasokan bahan baku. Untuk memastikan operasional mesin berjalan lancar, diperlukan koordinasi yang baik antara PLN EPI dengan mitra lokal dalam pengumpulan dan pengolahan bahan baku.

Selain itu, pemeliharaan mesin juga menjadi faktor penting. Dengan kapasitas produksi yang tinggi, perlu adanya sistem pemeliharaan yang teratur agar mesin tidak mudah rusak dan tetap beroperasi dengan optimal.

PLN EPI berkomitmen untuk terus mengembangkan proyek ini dan memperluas cakupannya ke daerah-daerah lain. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan proyek pengolahan biomassa dapat menjadi model sukses dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan