
PT PLN (Persero) telah menyelesaikan seluruh proses pemulihan sistem kelistrikan yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara. Kecamatan Sorkam di Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah terakhir yang kembali mendapat pasokan listrik pada Ahad, 7 Desember 2025.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa saat ini seluruh jaringan yang rusak akibat bencana sejak 25 November telah dipulihkan 100 persen. “Berdasarkan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, seluruh personel bekerja tanpa henti menembus medan berat demi memulihkan listrik di semua titik terdampak. Dukungan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat sangat memperkuat kami di lapangan,” katanya dalam keterangan tertulis, Ahad, 7 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara Mundhakir menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, kecepatan, dan ketepatan. Sebanyak 949 personel diterjunkan ke lokasi-lokasi yang beberapa di antaranya hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki sambil membawa material berat melalui tebing, jalur berlumpur, hingga kawasan terisolasi.
Ia menambahkan, seluruh 103 penyulang yang sebelumnya terdampak kini beroperasi kembali. Pelanggan yang sempat terputus aksesnya akan memperoleh listrik secara bertahap. “Rampungnya pemulihan ini bukan hanya keberhasilan teknis, tetapi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menembus medan tersulit,” ujarnya.
Selain di Sumatera Utara, sebelumnya PLN menyatakan bahwa sistem kelistrikan di daerah terdampak banjir di Sumatera Barat telah pulih per Jumat, 5 Desember 2025. Untuk menormalkan kembali jaringan, PLN membangun ulang infrastruktur yang terdampak. Total terdapat 619 tiang jaringan tegangan menengah dan jaringan tegangan rendah serta 30,95 kilometer sirkuit kabel listrik diganti dan dipasang ulang.
Dari ketiga provinsi terdampak banjir, hanya sistem kelistrikan di Aceh yang belum pulih total. PLN masih memperbaiki sejumlah infrastruktur di beberapa daerah seperti Aceh Tengah, Aceh Besar, Aceh Tamiang dan Bireun.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kelistrikan di Aceh bisa pulih paling lambat pada Sabtu, 6 Desember. Namun, berdasarkan update terbaru, ia mengatakan sistem kelistrikan di daerah tersebut baru menyala 97 persen.
Berdasarkan data PLN, sebanyak 12 tower transmisi SUTT 150 kV rusak di jalur Bireuen–Arun, Brandan–Langsa, dan Peusangan–Bireuen. Akibat kerusakan ini, pasokan listrik terganggu di lebih dari 10 kabupaten/kota, termasuk Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, hingga Aceh Selatan.
Proses Pemulihan yang Melibatkan Berbagai Pihak
Pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara tidak hanya dilakukan oleh PLN, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Berikut adalah beberapa elemen penting dalam proses pemulihan:
-
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah memberikan dukungan logistik dan koordinasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar. Hal ini mencakup pengaturan jalur evakuasi dan penyediaan tempat sementara bagi tenaga kerja. -
Partisipasi TNI/Polri
TNI dan Polri turut serta dalam operasi pemulihan, terutama dalam hal pengamanan jalur-jalur yang rawan dan pembukaan akses ke lokasi-lokasi terdampak. -
Kontribusi Masyarakat
Masyarakat setempat juga berperan dalam proses pemulihan. Mereka membantu dalam pengangkutan material dan memberikan informasi tentang kondisi jaringan listrik di sekitar mereka.
Peran Teknologi dalam Pemulihan
PLN menggunakan berbagai teknologi untuk mempercepat proses pemulihan. Misalnya, drone digunakan untuk survei awal dan memetakan area yang terkena dampak banjir dan tanah longsor. Teknologi ini membantu tim insinyur dalam menentukan prioritas pekerjaan dan menghindari risiko yang mungkin terjadi selama proses pemulihan.
Selain itu, sistem komunikasi modern digunakan untuk memastikan koordinasi antar tim. Dengan adanya sistem ini, setiap tim dapat saling berkoordinasi dan mempercepat penyelesaian tugas-tugas yang kompleks.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun proses pemulihan berhasil dilakukan, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh PLN dan tim lainnya. Salah satunya adalah kondisi medan yang sulit, seperti jalur berlumpur dan tebing curam. Beberapa lokasi bahkan hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki, sehingga membutuhkan waktu dan usaha ekstra.
Selain itu, keterbatasan sumber daya seperti alat berat dan bahan baku juga menjadi kendala. PLN harus berkoordinasi dengan pihak-pihak lain untuk memastikan suplai bahan-bahan yang diperlukan dalam pemulihan infrastruktur.
Kesimpulan
Proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara merupakan contoh nyata dari kolaborasi antara PLN, pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seluruh pihak bekerja sama untuk memastikan ketersediaan listrik kembali normal. Dengan hasil yang diraih, diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menghadapi bencana alam di masa depan.