
Sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya setelah mengalami gangguan akibat bencana. Seluruh 20 gardu induk (GI) yang ada di wilayah tersebut kini kembali beroperasi normal, sehingga menandai proses normalisasi sistem kelistrikan utama.
Pemulihan ini didukung oleh penormalan menyeluruh pada sisi pembangkitan dan transmisi. Salah satu titik penting dalam proses ini adalah beroperasinya kembali Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya. Keberadaan PLTU ini memastikan pasokan listrik dapat disalurkan secara optimal ke seluruh gardu induk di Aceh.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dengan sistem utama yang telah pulih, PLN kini fokus pada percepatan pemulihan jaringan distribusi hingga ke masyarakat, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan akses yang masih terbatas. Proses ini dilakukan dengan tetap memprioritaskan keselamatan masyarakat.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa percepatan pemulihan kelistrikan dilakukan sesuai arahan pemerintah agar masyarakat dapat segera menikmati listrik kembali. Ia menegaskan bahwa semua upaya dilakukan dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan langsung dari Bapak Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), kami terus berupaya melanjutkan penormalan kelistrikan Aceh. Alhamdulillah, kini sistem kelistrikan Aceh telah pulih. Seluruh gardu induk sudah beroperasi normal, didukung pembangkit dan transmisi yang kembali beroperasi. Ini menjadi fondasi penting agar pasokan listrik ke masyarakat dapat berjalan stabil,” ujar Darmawan.
Sebelumnya, PLN mengoperasikan kembali PLTU Nagan Raya dengan dukungan cadangan sistem yang memadai untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Aceh. Beroperasinya pembangkit tersebut juga mengoptimalkan jalur transmisi Nagan–Sigli sebagai bagian dari sistem kelistrikan Aceh.
Selain itu, PLN juga berhasil memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa. Kedua jalur ini menjadi tulang punggung interkoneksi Sumatra–Aceh dan sempat terputus akibat banjir dan tanah longsor.
Meskipun sistem utama telah pulih, penyaluran listrik ke jaringan distribusi dilakukan secara bertahap dengan tingkat kehati-hatian tinggi. Darmawan menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan.
“Kami memastikan proses penormalan distribusi dilakukan secara bertahap dan aman, terutama di wilayah yang masih terdapat genangan air atau lumpur, agar masyarakat dapat kembali menikmati listrik dengan nyaman,” jelasnya.
PLN menyatakan akan terus memantau keandalan sistem dan meningkatkan layanan kelistrikan hingga seluruh pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara normal. Bagi pelanggan yang belum menyala, PLN terus berkoordinasi dan memastikan instalasi pelanggan dalam kondisi aman sebelum pasokan listrik kembali disalurkan.
Dengan pulihnya sistem kelistrikan dan beroperasinya seluruh gardu induk, diharapkan aktivitas ekonomi, layanan publik, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh dapat kembali berjalan secara bertahap.