
Perkuatan Fondasi Kelistrikan Ibu Kota Nusantara
PT PLN (Persero) terus memperkuat fondasi kelistrikan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menghadirkan infrastruktur listrik yang andal, modern, dan berkelanjutan. Melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), PLN memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk mendukung operasional Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.
Salah satu infrastruktur strategis yang kini telah beroperasi adalah Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 8 MegaWatt (MW), yang merupakan inisiasi bersama PLN Nusa Daya. Sistem ini terintegrasi langsung dengan jaringan distribusi kelistrikan IKN dan berfungsi sebagai penopang utama keandalan sistem.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Fungsi BESS dalam Stabilitas Listrik
Kehadiran BESS 8 MW berperan menjaga stabilitas tegangan dan frekuensi listrik, sekaligus meningkatkan fleksibilitas pengaturan pasokan energi di kawasan inti pemerintahan. Terintegrasi dengan GIS 4 IKN, BESS 8 MW melengkapi infrastruktur utama kelistrikan IKN yang saat ini bertumpu pada Gas Insulated Switchgear 4 IKN (GIS 4 IKN) sebagai pusat pengaturan dan penyaluran daya.
Integrasi kedua sistem tersebut memungkinkan respons cepat terhadap dinamika beban listrik, terutama pada fase awal operasional dan seiring meningkatnya aktivitas pemerintahan di IKN.
Pendekatan Berlapis dalam Pengembangan Kelistrikan IKN
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menjelaskan bahwa pengembangan kelistrikan IKN dirancang dengan pendekatan berlapis untuk menjamin keandalan pasokan jangka panjang. “PLN membangun sistem kelistrikan IKN secara terintegrasi, mulai dari gardu induk, jaringan distribusi, hingga teknologi penyimpanan energi. BESS 8 MW dan GIS 4 IKN menjadi bagian penting dari fondasi sistem kelistrikan yang andal, fleksibel, dan siap mendukung perkembangan beban listrik di kawasan inti pemerintahan,” ujar Chaliq.
Uji Kelayakan dan Commissioning Sebelum Operasional
Chaliq menambahkan, sebelum dioperasikan penuh, BESS 8 MW IKN telah melalui rangkaian pengujian dan commissioning untuk memastikan seluruh peralatan dan sistem berfungsi sesuai standar keselamatan dan keandalan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur kelistrikan benar-benar siap menopang kebutuhan strategis nasional secara berkelanjutan.
Fungsi Penyangga, Bukan Pembangkit Utama
Secara operasional, BESS bekerja dengan menyimpan energi listrik saat sistem dalam kondisi normal, kemudian menyalurkannya kembali ke jaringan ketika dibutuhkan. Mekanisme ini membantu menjaga kontinuitas pasokan listrik, terutama pada kondisi fluktuasi beban. Durasi suplai dari BESS bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan sistem, mengingat BESS berfungsi sebagai penyangga dan penguat sistem, bukan sebagai pembangkit listrik utama.
Komitmen Listrik Hijau dan Berkembang
PLN menegaskan bahwa penguatan kelistrikan IKN akan terus dilakukan secara bertahap, seiring dengan perkembangan pembangunan kawasan. “Setiap perkembangan pembangunan di IKN akan diiringi dengan kesiapan infrastruktur listrik yang aman, andal, dan ramah lingkungan, sehingga sistem kelistrikan dapat tumbuh sejalan dengan kebutuhan kawasan,” tambah Chaliq.
Infrastruktur yang Siap Mendukung Masa Depan
Dengan adanya BESS 8 MW dan GIS 4 IKN, PLN menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sistem kelistrikan yang tidak hanya andal tetapi juga berkelanjutan. Infrastruktur ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.