
Sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah sepenuhnya pulih pasca-banjir yang terjadi di Sumatera pada November 2025. Pemulihan ini ditandai dengan beroperasinya kembali 20 Gardu Induk (GI) yang ada di provinsi yang dikenal sebagai Serambi Mekah. Dengan kembalinya GI ke kondisi normal, sistem kelistrikan utama kembali stabil dan siap menyuplai listrik kepada masyarakat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa pihaknya terus mempercepat proses pemulihan kelistrikan pasca-bencana hingga jaringan listrik dapat kembali tersedia bagi seluruh masyarakat. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kini sistem kelistrikan Aceh telah pulih. Seluruh gardu induk sudah beroperasi normal, didukung pembangkit dan transmisi yang kembali beroperasi. Ini menjadi fondasi penting agar pasokan listrik ke masyarakat dapat berjalan stabil,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Desember 2025.
Menurut Darmawan, pulihnya sistem kelistrikan Aceh didukung oleh penormalan menyeluruh pada sisi pembangkitan dan transmisi. Dia menegaskan bahwa salah satu tonggak penting pemulihan adalah dengan beroperasinya kembali Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya. Keberadaan PLTU ini memastikan pasokan listrik ke seluruh GI di Aceh dapat disalurkan secara optimal.
Dengan telah beroperasinya seluruh GI secara normal, PLN selanjutnya memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan akses yang masih terbatas.
Sebelumnya, PLN telah mengoperasikan PLTU Nagan Raya yang didukung cadangan sistem yang memadai untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat Aceh. Beroperasinya pembangkit ini sekaligus mengoptimalkan jalur transmisi Nagan–Sigli sebagai bagian dari sistem kelistrikan Aceh.
PLN juga telah memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang menjadi backbone interkoneksi Sumatera–Aceh dan sempat terputus akibat banjir dan tanah longsor. Dengan sistem utama yang telah normal dan seluruh GI beroperasi, penyaluran listrik ke jaringan distribusi dilakukan secara bertahap dan dengan kehati-hatian tinggi.
Darmawan mengatakan setiap tahapan pemulihan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan masyarakat. “Kami memastikan proses penormalan distribusi dilakukan secara bertahap dan aman, terutama di wilayah yang masih terdapat genangan air atau lumpur, agar masyarakat dapat kembali menikmati listrik dengan nyaman,” kata dia.
Di samping itu, Darmawan memastikan PLN berkomitmen bersama masyarakat Aceh mengupayakan peningkatan layanan kelistrikan serta memantau keandalan sistem secara berkelanjutan hingga seluruh pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara normal. “Bagi pelanggan yang belum menyala, kami terus berkoordinasi dan memastikan instalasi pelanggan dalam kondisi aman sebelum pasokan listrik kembali disalurkan,” kata Darmawan.
PLN juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk memastikan bahwa semua langkah pemulihan dilakukan dengan transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat. Hal ini bertujuan agar tidak ada kelompok masyarakat yang terlewat dalam proses pemulihan kelistrikan.
Selain itu, PLN juga menggelar berbagai program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menggunakan listrik secara efisien dan aman. Program ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan pasokan listrik yang kembali stabil dengan baik.
Beberapa wilayah di Aceh yang sebelumnya mengalami gangguan berat akibat bencana alam kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Di beberapa titik, masyarakat mulai merasakan kembali aliran listrik yang stabil dan teratur. PLN juga menyiagakan tim teknis di berbagai titik strategis untuk memantau perkembangan dan segera menangani jika terjadi kendala.
Pemulihan kelistrikan di Aceh tidak hanya menjadi prioritas PLN, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah. Dukungan ini mencakup alokasi anggaran tambahan, pelibatan tenaga ahli, serta pengadaan peralatan pendukung untuk mempercepat proses pemulihan.
PLN juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kelistrikan di Aceh, termasuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan membangun sistem yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana alam. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Aceh dapat memiliki sistem kelistrikan yang lebih andal dan berkelanjutan di masa depan.