
Bantuan Sosial PLN UIP Nusra untuk Masyarakat Sekitar PLTP Mataloko
PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kembali menyalurkan bantuan sosial kepada warga di wilayah kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko, Kabupaten Ngada. Kali ini, bantuan berupa 20 ekor anakan babi dan 5 ekor sapi diserahkan kepada kelompok ternak di Kecamatan Golewa sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Antonius Corebima, Officer Pengendalian Proyek UPP Nusa Tenggara 2, bersama tim PLN UIP Nusra, kepada pemerintah desa dan selanjutnya disalurkan kepada kelompok ternak penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Antonius mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PLN UIP Nusra dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah kerja PLTP Mataloko agar mampu mandiri secara ekonomi melalui sektor peternakan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Harapan kami, bantuan ini bisa memperkuat perekonomian masyarakat dan memberi manfaat berkelanjutan. Kami ingin warga mampu mengembangkan ternak ini sebagai sumber pendapatan baru,” ujarnya.
Bantuan yang Mengubah Kehidupan Warga
Penjabat Kepala Desa Tiwotoda, Eusabia Wae, mengaku bersyukur atas kepedulian PLN UIP Nusra terhadap masyarakat di desanya. Ia menyebutkan bahwa bantuan 20 ekor anakan babi akan dibagikan ke empat kelompok tani dan dikembangkan menjadi indukan agar bisa digulirkan ke seluruh warga desa dalam tiga tahun ke depan.
“Kami sangat beruntung. Bantuan ini tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Bantuan ini sangat berarti karena mendukung pemulihan ekonomi lokal, terutama setelah masyarakat mengalami kerugian akibat wabah ASF (African Swine Fever) beberapa waktu lalu,” katanya.
Ketua Kelompok Ternak Santo Petrus Hobotoda, Dominikus Watu, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN UIP Nusra. Ia mengungkapkan bahwa kelompoknya baru saja kehilangan banyak ternak akibat ASF, dan bantuan ini menjadi harapan baru bagi mereka untuk bangkit.
“Mayoritas warga di sini bergantung pada babi sebagai tabungan keluarga dan kebutuhan adat. Kami berharap PLN terus mendampingi kami, tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga membantu menghadapi ancaman penyakit ternak seperti ASF,” tambahnya.
Potensi Lokal yang Dijadikan Peluang
Dominikus menambahkan bahwa wilayah mereka memiliki potensi besar dalam penyediaan pakan lokal untuk ternak, sehingga bantuan ini diyakini akan berkelanjutan. Ia berharap PLN dapat terus memberikan dukungan teknis dan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola ternak.
Program TJSL yang dilakukan PLN UIP Nusra bukan hanya sekadar bantuan materi. Ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan energi dan pembangunan sosial-ekonomi masyarakat setempat.
Dengan penyaluran bantuan ini, PLN UIP Nusra menunjukkan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya berdampak pada pengadaan listrik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Program pemberdayaan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sosial-ekonomi masyarakat lokal.
Berbagai Bentuk Bantuan yang Disalurkan
- Bantuan 20 ekor anakan babi dan 5 ekor sapi diserahkan kepada kelompok ternak di Kecamatan Golewa.
- Di Desa Dadawea, diserahkan empat ekor sapi betina dan satu ekor jantan.
- Di Desa Towotoda, diserahkan 20 ekor anakan babi.