
Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menyalurkan bantuan pangan siap konsumsi untuk memperkuat layanan dapur umum di lokasi pengungsian korban banjir yang terjadi di Sumatera Utara dan Aceh. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya PMI dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Dalam pengiriman terbaru, sebanyak 1 ton abon dikirimkan dari Jakarta pada Sabtu (6/12) sore melalui Kapal Kemanusiaan PMI yang bekerja sama dengan Kalla Lines. Selain abon, terdapat juga berbagai bantuan logistik lainnya yang turut serta dalam pengiriman tersebut.
Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla menjelaskan bahwa pemilihan abon sebagai bantuan pangan didasarkan pada beberapa faktor. Abon dipilih karena praktis, tahan lama, dan dapat langsung dikonsumsi bersama nasi atau mi instan yang biasanya tersedia di pengungsian. “Abon tidak mudah basi, awet, dan harganya terjangkau. Ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan gizi penyintas dalam situasi darurat,” ujar JK seperti dilaporkan Minggu (7/12).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Setiap paket abon dikemas dalam ukuran 50 gram, sehingga lebih mudah untuk didistribusikan langsung kepada keluarga maupun individu yang tinggal di tenda pengungsian. Hal ini memudahkan relawan dalam menyalurkan bantuan secara merata dan efisien.
Dalam pelaksanaan misi kemanusiaan ini, PMI mengutus Husain Abdllah, seorang relawan PMI Propinsi DKI Jakarta, sebagai koordinator pengadaan 2 ton abon. Pada tahap awal, abon dipesan dari sentra UMKM di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Namun, pesanan tersebut dibatalkan karena mitra UMKM tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam waktu yang cepat.
“Untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu, PMI akhirnya bekerja sama dengan sentra UMKM di Jakarta yang sanggup menyiapkan 1 ton abon hanya dalam dua hari, termasuk proses produksi dan pengemasan,” jelas Husain.
Lebih lanjut Husain menjelaskan bahwa abon tersebut kini sedang dalam perjalanan menuju wilayah terdampak dan akan segera didistribusikan ke titik-titik pengungsian di Sumatera Utara dan Aceh oleh PMI daerah, dibantu para relawan di lapangan.
Sebelumnya, Palang Merah Indonesia juga telah mengirimkan 100 ribu butir telur asin ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pengiriman dilakukan melalui udara menggunakan pesawat Hercules TNI AU melalui Lanud Halim Perdanakusuma secara bertahap. Alasannya adalah karena sentra produksi telur asin di Brebes, Jawa Tengah, hanya mampu memproduksi 10.000 butir telur asin setiap harinya.
Pengiriman bantuan pangan ini menunjukkan komitmen PMI dalam memberikan bantuan darurat yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Dengan kerja sama yang baik antara PMI dan berbagai pihak, diharapkan dapat membantu meringankan beban korban bencana alam.