
Tradisi Sedekah Bumi Jatimulya yang Penuh Kreativitas dan Hiburan
Di tengah perayaan tradisi Sedekah Bumi Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Senin malam 20 Oktober 2025, terjadi momen unik yang menarik perhatian ribuan warga. Sosok-sosok yang menyerupai pocong tiba-tiba muncul dan ikut berjoget mengikuti alunan musik dangdut yang memperkuat suasana pesta adat.
Momen ini membuat penonton bersorak gembira dan menjadikan acara semakin meriah. Acara Sedekah Bumi tahun ini disambut dengan antusiasme luar biasa, dengan ribuan masyarakat membanjiri lapangan desa untuk mengikuti ritual tahunan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen dan keselamatan warga.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain doa bersama, acara juga dihibur oleh pertunjukan wayang kulit dan karnaval budaya. Para pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir dalam acara tersebut, seperti Camat Terisi Boy Billy Prima, S.STP, M.Si, Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana beserta empat anggota, serta Kapolsek Terisi AKP Joni SH yang diwakili Aiptu Aan bersama tiga anggota. Tidak kurang dari 3.000 warga ikut menyemarakkan tradisi ini.
Awalnya, suasana berlangsung khidmat. Warga berdoa bersama, membawa hasil bumi, dan menyaksikan karnaval. Namun, suasana berubah riuh ketika sosok-sosok berjubah putih dan wajah tertutup kain muncul, menyerupai pocong, dan ikut menari mengikuti irama musik dangdut.
Ternyata, “pocong” itu bukan makhluk halus, melainkan warga setempat yang sengaja didandani seperti pocong untuk memeriahkan acara. Dengan gerakan lucu dan goyangan jenaka, para “pocong” sukses menghibur penonton, bahkan membuat anak-anak tertawa melihat tingkah mereka di tengah arena.
Menurut Kuwu Jatimulya, Rastim SH, atraksi pocong joget ini merupakan bagian dari kreasi seni warga muda desa yang ingin menambah hiburan di sela upacara adat. “Kita ingin Sedekah Bumi tidak hanya sakral tapi juga menghibur. Jadi pemuda kami membuat ide untuk tampil sebagai pocong lucu, bukan hal mistis,” ujarnya sambil tertawa.
Penampilan unik ini viral di media sosial setelah beberapa warga mengunggah video ke TikTok dan Instagram. Dalam video singkat, terlihat dua pocong menari di depan panggung wayang dengan musik dangdut yang menggema. Netizen ramai-ramai berkomentar, sebagian menulis “pocongnya happy banget” dan “ini baru budaya plus hiburan”.
Camat Terisi, Boy Billy Prima, turut mengapresiasi kreativitas warga. Menurutnya, tradisi adat yang dikemas dengan unsur hiburan menjadi cara efektif untuk menarik minat generasi muda agar tetap melestarikan budaya lokal. “Ini inovasi yang positif. Nilai adat tetap terjaga, tapi kemasan acaranya bisa dinikmati semua kalangan,” katanya.
Sementara itu, Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan masyarakat yang bernuansa budaya dan kebersamaan. Ia menyebut kegiatan semacam ini memperkuat sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga kondusifitas wilayah. “Tradisi seperti ini harus terus dijaga, karena menjadi sarana mempererat silaturahmi,” ucapnya.
Tradisi Sedekah Bumi di Jatimulya sendiri sudah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun. Upacara ini digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas rezeki dari hasil bumi, serta doa agar masyarakat diberi keselamatan dan kemakmuran di tahun berikutnya. Biasanya, acara diakhiri dengan makan bersama dan pertunjukan kesenian tradisional.
Menariknya, tahun ini generasi muda desa berperan aktif dalam seluruh rangkaian acara. Mereka terlibat dalam penataan panggung, dekorasi, hingga atraksi hiburan. “Kita ingin menunjukkan bahwa budaya bisa dikemas kekinian tanpa menghilangkan makna,” ujar Iis Aisah, salah satu panitia muda.
Tokoh masyarakat, Hadi MP, menilai bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kebersamaan antarwarga. “Semua bersatu, baik perangkat desa, aparat, hingga masyarakat umum. Bahkan pocong pun bisa ikut joget demi memeriahkan suasana,” ujarnya sambil tersenyum.
Acara berlangsung hingga larut malam dalam suasana penuh kegembiraan. Tidak ada gangguan keamanan maupun keributan. Semua berjalan tertib dan aman berkat kerja sama antara aparat TNI, Polri, dan Satgas desa.
Fenomena “pocong joget” di Sedekah Bumi Jatimulya kini menjadi ikon baru yang akan dikenang warga. Tradisi yang dulunya hanya dikenal sakral kini tampil lebih segar dan inklusif, menjadikan adat sebagai hiburan rakyat sekaligus sarana mempererat persaudaraan.
Dengan semangat gotong royong dan kreativitas lokal, Desa Jatimulya membuktikan bahwa budaya bisa terus hidup, berkembang, dan menghibur tanpa kehilangan nilai luhur yang diwariskan leluhur. Pocong joget pun kini menjadi simbol keceriaan baru dalam tradisi Sedekah Bumi di Indramayu.