
Operasi Jaran Mahakam 2025: Polda Kaltim Ungkap 86 Kasus Curanmor
Selama pelaksanaan Operasi Jaran Mahakam 2025 yang berlangsung dari tanggal 13 Oktober hingga 1 November 2025, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) berhasil mengungkap sebanyak 86 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Operasi ini digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka kejahatan curanmor di wilayah Kalimantan Timur.
Konferensi pers hasil operasi tersebut berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim pada Jumat (7/11/2025), dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro. Dalam kesempatannya, ia menyampaikan bahwa seluruh jajaran Polres di Kalimantan Timur telah melaksanakan 2.330 kegiatan operasi secara terukur dan profesional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Seluruh rangkaian operasi dilakukan secara terukur, terarah, dan mengedepankan profesionalisme dalam penegakan hukum,” ujar Irjen Pol Endar Priantoro.
Penangkapan 95 Tersangka Curanmor
Dari total kegiatan operasi tersebut, sebanyak 841 kegiatan dilakukan oleh Satgas Lidik, 783 oleh Satgas Sidik, dan 706 oleh Satgas Banops. Hasilnya, petugas berhasil menangkap 95 tersangka, yang terdiri atas 23 Target Operasi (TO) dan 72 Non Target Operasi (Non TO).
Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan 79 unit kendaraan bermotor sebagai barang bukti. Barang bukti tersebut terdiri dari 72 sepeda motor dan 7 mobil.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti keseriusan jajaran kepolisian dalam menekan angka kejahatan curanmor di wilayah Kalimantan Timur.
“Kami akan terus berupaya menekan kasus curanmor. Polda Kaltim berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah hukum Kalimantan Timur,” katanya.
Tujuan Operasi Jaran Mahakam
Sebagai informasi, Operasi Jaran Mahakam merupakan operasi kepolisian kewilayahan yang rutin digelar setiap tahun. Tujuannya adalah untuk memberantas kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur.
Operasi ini tidak hanya bertujuan untuk menangani kejahatan yang sudah terjadi, tetapi juga untuk mencegah terjadinya kejahatan di masa depan. Dengan pendekatan yang terukur dan profesional, Polda Kaltim berupaya memastikan bahwa masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah yang dilakukan selama operasi antara lain:
- Peningkatan patroli rutin di area rawan curanmor.
- Penguatan koordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait.
- Penggunaan teknologi untuk mendeteksi aktivitas ilegal.
- Pelatihan dan pengembangan kapasitas personel kepolisian.
Dengan kerja sama yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan operasi seperti ini dapat terus berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi keselamatan masyarakat.
Peran Masyarakat
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung operasi kepolisian. Dengan melaporkan kecurigaan atau tindakan ilegal yang dilihat, masyarakat dapat membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan.
Selain itu, edukasi tentang cara mencegah curanmor juga sangat penting. Misalnya, dengan memperkuat kunci kendaraan, tidak meninggalkan kendaraan di tempat terbuka, dan menggunakan alat keamanan tambahan seperti alarm atau GPS.
Kesimpulan
Operasi Jaran Mahakam 2025 menjadi contoh keberhasilan yang ditunjukkan oleh Polda Kaltim dalam menangani kejahatan curanmor. Dengan pendekatan yang terukur dan kolaborasi yang baik, diharapkan keamanan di wilayah Kalimantan Timur semakin terjaga.