Polisi Bongkar Kekerasan di TTU NTT

admin.aiotrade 17 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Polisi Bongkar Kekerasan di TTU NTT
Polisi Bongkar Kekerasan di TTU NTT

Kronologi Pembunuhan Berdarah di Desa Amol, TTU

Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote melalui Kasubsi PIDM Humas Polres TTU, IPDA Markus Wilco Mitang mengungkapkan detail kronologi pembunuhan yang terjadi di RT/RW 003/003, Desa Amol, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten TTU, NTT. Kejadian ini terjadi pada Senin, 13 Oktober 2025, dan menewaskan tiga orang serta melukai satu korban lainnya.

Menurut keterangan dari saksi dan tersangka, Landelinus Kuabib (53) melakukan aksi tersebut karena emosi yang memuncak akibat konflik keluarga. Awalnya, istrinya, Emiliana Oetpah (korban), meminta Landelinus untuk memesan air tangki. Namun hingga malam tiba, air tangki tersebut belum juga datang. Saat Landelinus pulang dalam kondisi mabuk alkohol, ia cekcok dengan istrinya karena tidak ada air tangki yang datang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Landelinus menyampaikan bahwa ia sudah memesan air, tetapi mobil belum tiba. Emiliana Oetpah menuduhnya berbohong, yang kemudian memicu emosi tersangka. Dalam keadaan mabuk, Landelinus mengambil parang dan membacok istrinya hingga meninggal dunia.

Aksi tersebut disaksikan oleh LK (14), yang kemudian berteriak dan bertanya alasan tersangka menghabisi nyawa istrinya. Tidak puas dengan situasi itu, Landelinus mengejar LK yang berlari menuju rumahnya. Di tengah perjalanan, ia bertemu ibunya, Yuliana Tapan (78), yang mencoba menegurnya. Namun, Landelinus memukul ibunya menggunakan parang.

Setelah itu, ia beranjak menuju LK dan membacok korban yang sedang bersembunyi di dalam kamar hingga luka berat. Ketika LK keluar dari kamar, ia bertemu dengan Kristina Nomawa (ibu LK) dan langsung dibacok. Kristina kemudian berlari ke luar rumah dan dihabisi oleh Landelinus di luar rumah.

Dikatakan Wilco, motif tersangka adalah dendam terhadap ipar dan ponakannya karena merasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian warisan. Ibu tersangka disebut telah memberikan kepemilikan rumah kepada ipar dan keponakannya, yang membuat Landelinus merasa tidak puas.

Tersangka juga sebelumnya mengonsumsi alkohol jenis sopi 1 jeriken bersama beberapa orang rekannya. Kekecewaan dan rasa dendam tersebut akhirnya memicu aksi brutal yang menewaskan tiga orang dan melukai satu korban lainnya.

Korban dan Kondisi Saat Ini

Total korban dari kejadian ini adalah empat orang. Tiga korban meninggal dunia, yaitu: Kristina Nomawa (43), Emiliana Oetpah (53), dan Bernadeta Kuabib (8). Sementara satu korban lainnya, LK (14), mengalami luka berat dan saat ini sedang dalam perawatan di RSUD Kefamenanu.

LK mengalami luka potong pada kedua tangannya. Pihak medis sedang melakukan penanganan lebih lanjut terhadap korban tersebut. Selain itu, korban Bernadeta Kuabib (8) juga menjadi korban aksi brutal Landelinus, yang akhirnya meninggal di tempat kejadian.

Kejadian ini menimbulkan kekacauan besar di lingkungan sekitar. Masyarakat setempat sangat terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Landelinus, yang sebelumnya dikenal sebagai anggota keluarga biasa.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan