Polisi: Farhan dan Reno Tewas Kena Api

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Polisi: Farhan dan Reno Tewas Kena Api

Identifikasi Jenazah yang Terbakar

Dokter forensik dari Rumah Sakit Kepolisian Negara Republik Indonesia (RS Polri) telah menyimpulkan bahwa dua orang yang hilang saat demonstrasi Agustus 2025, yaitu Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo, meninggal dunia akibat terbakar. Tim forensik RS Polri tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah mereka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penyebab kematian kedua korban tertuang dalam dokumen resmi yang disebut sebagai visum et repertum. Dokumen ini dibuat oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.

Pada jenazah Reno, dokter memeriksa berbagai bagian tubuh seperti tulang tengkorak, tulang panjang, tulang panggul, serta gigi. "Di tempat tersebut tidak ditemukan adanya kekerasan tumpul lainnya, seperti cedera atau terjatuh," ujar Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Labdokkes) Polri Brigadir Jenderal dr. Sumy Hastry Purwanti saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 7 November 2025.

Dokter juga mengecek sisa-sisa organ dalam jenazah Reno, yang ditemukan terbakar. "Sehingga kami bisa menulis atau menjelaskan sebab kematiannya karena terbakar," kata Hastry.

Sementara itu, jasad Farhan tidak ditemukan secara lengkap, hanya tersisa beberapa organ yang sudah terbakar. "Sehingga kami juga tidak bisa menentukan sebab kematian yang kedua, karena memang sisa-sisa organ dalam yang terbakar," ujar Hastry.

Proses Identifikasi Jenazah

Polisi telah mengidentifikasi dua kerangka manusia yang ditemukan hangus di gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, sebagai Farhan dan Reno. Mereka tercatat hilang sejak 31 dan 30 Agustus 2025, menurut pantauan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Keduanya terakhir diketahui berada di kawasan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kwitang.

Dokter forensik RS Polri mengambil kesimpulan tentang identitas kedua jenazah setelah melakukan pemeriksaan postmortem. "Nomor postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002, sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputeradewo, anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin," kata Hastry saat konferensi pers.

Dokter memeriksa tulang tengkorak dan panggul serta gigi terhadap kerangka yang diidentifikasi sebagai Reno. Selain itu, dokter juga mencocokkan kerangka dengan sampel asam deoksiribonukleat (DNA) milik anggota keluarga Reno.

Sedangkan, jenazah satunya diidentifikasi sebagai Farhan. "Hasil pemeriksaan DNA dan tulang nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001, sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak biologis dari Bapak Hamidi," kata Hastry.

Terhadap kerangka tersebut, polisi memeriksa DNA dan tulang, serta identifikasi kalung beserta kepala ikat pinggang yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Penemuan Kerangka dan Proses Penanganan

Polres Jakarta Pusat menerima laporan penemuan dua kerangka manusia dalam keadaan hangus di lantai dua Gedung ACC di Kwitang, pada 30 Oktober 2025. Kedua jenazah tertimbun plafon gedung yang terbakar.

Laporan tentang penemuan tersebut diterima oleh kepolisian dari tim teknis gedung ACC yang sedang mengecek konstruksi untuk merenovasi gedung itu. Adapun Gedung ACC dibakar oleh massa dalam demonstrasi yang berujung rusuh di depan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, 29 Agustus 2025.

Kepolisian Sektor Senen saat itu langsung mengirimkan jenazah ke RS Polri. Polisi kemudian memanggil keluarga Farhan dan Reno untuk melakukan tes DNA di RS Polri.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan