
Kasus Kecelakaan Kereta Api di Prambanan Masih dalam Penyelidikan
Kasus kecelakaan kereta api yang terjadi di perlintasan sebidang Jalan Piyungan - Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib. Kejadian ini menewaskan tiga orang dan melukai enam orang lainnya.
Sampai saat ini, polisi telah memeriksa enam orang saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Sutiyarto, pada Sabtu (8/11/2025). Menurutnya, pemeriksaan saksi masih berlangsung, dan belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Saksi yang diperiksa mencakup petugas penjaga palang pintu perlintasan, korban selamat, serta warga sekitar yang diduga menyaksikan kejadian tersebut.
- Dede menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan keterangan dari petugas jaga palang pintu untuk mengetahui kronologi kejadian secara lebih rinci.
- Selain itu, pihak kepolisian juga sedang meninjau apakah ada pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam penutupan palang pintu.
Proses Penyelidikan Masih Berlangsung
Dede menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. "Masih proses pemeriksaan saksi. Kalau penetapan tersangka, belum. Karena masih lidik," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya masih mengumpulkan informasi untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian ini. "Ini masih kami gali informasinya. Jadi belum bisa dipastikan," tambahnya.
Kejadian maut ini terjadi pada Selasa (4/11/2025), sekira pukul 10.34. Kereta Api Bangunkarta, jurusan Jombang - Pasar Senin, berbenturan dengan mobil dan dua sepeda motor di perlintasan sebidang Jalan Raya Piyungan - Prambanan.
Kronologi Kecelakaan
Informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan bahwa kereta api sedang melintas antara stasiun Brambanan dan Maguwoharjo ketika terjadi benturan. Peristiwa ini menimpa mobil dan dua sepeda motor, yaitu Honda Scoopy dan Vario, serta dua pejalan kaki.
Total ada sembilan orang yang menjadi korban dalam kecelakaan ini. Rincian korban adalah sebagai berikut:
- Dalam mobil terdapat empat orang, yaitu pasangan suami istri beserta dua anak balita.
- Tiga korban merupakan pengendara sepeda motor, dengan rincian satu orang mengendarai sendirian dan dua orang berboncengan.
- Dua korban lainnya adalah pejalan kaki.
Ketiga pengendara sepeda motor dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian ini. Sementara itu, enam orang lainnya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis.
Faktor Penyebab Masih Dicari
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian akan terus memeriksa saksi-saksi dan memvalidasi data yang diperoleh.
Selain itu, mereka juga akan mengevaluasi kondisi infrastruktur perlintasan, jam operasional kereta api, serta keselamatan pengguna jalan.
Dede menekankan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan tidak terburu-buru. "Kami akan memastikan semua fakta terungkap sebelum menetapkan tersangka," katanya.