Polisi Periksa Kasus Bullying Siswi SMK di Balanipa, Ayah Korban Tolak Damai

admin.aiotrade 19 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Polisi Periksa Kasus Bullying Siswi SMK di Balanipa, Ayah Korban Tolak Damai
Polisi Periksa Kasus Bullying Siswi SMK di Balanipa, Ayah Korban Tolak Damai

Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Anak di Bawah Umur di SMK Balanipa

Polres Polewali Mandar sedang menangani laporan dugaan tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di lingkungan SMK Balanipa, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Peristiwa ini mencuat setelah video perundungan antar-siswi di sekolah tersebut viral di media sosial dan mendapat perhatian publik.

Laporan dugaan kekerasan tersebut diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Polman pada Kamis (16/10/2025). Dalam video yang beredar, tampak seorang siswi menjadi korban pemukulan dan tendangan oleh dua teman sekolahnya di depan ruang kelas. Dari hasil penyelidikan awal, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 07.00 WITA.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Saat itu, para siswa tengah mengikuti lomba kebersihan kelas. Korban, siswi berinisial A.N.A. (17), baru saja selesai membersihkan ruangan dan hendak membuang sampah ketika dua siswi lain, S.A. (17) dan S.K. (16), diduga menegurnya dengan nada tinggi. Pertengkaran kecil itu berubah menjadi aksi kekerasan. S.A. diduga mendorong kepala korban, sementara S.K. memukul dan menendang korban hingga menangis.

Beberapa teman sekelas mencoba melerai, namun sempat terjadi kericuhan yang terekam kamera ponsel oleh salah satu siswi, F.N. (15). Video yang awalnya dimaksudkan sebagai bukti untuk guru Bimbingan Konseling (BK) itu kemudian beredar di kalangan siswa dan akhirnya viral di media sosial, memancing reaksi keras dari warganet.

Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Polewali Mandar AKBP Anjar Purwoko melalui Kasihumas Polres Polman Iptu Muhapris membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus tersebut. “Benar, kami telah menerima laporan dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di SMK Balanipa. Saat ini Unit PPA Sat Reskrim Polres Polman sedang mendalami kasusnya, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian,” ujar Iptu Muhapris, Kamis (16/10/2025).

Ia menegaskan bahwa Polres Polman akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan, serta memastikan perlindungan bagi korban sesuai ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kasus ini kini ditangani oleh Unit PPA (Perempuan dan Perlindungan Anak) Sat Reskrim Polres Polman untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan dinas terkait guna mencegah insiden serupa terjadi kembali di lingkungan pendidikan.

Proses Hukum Tetap Lanjut

Ayah korban, Amir, menegaskan bahwa keluarganya tidak terima dengan perbuatan kedua pelaku dan bertekad melanjutkan proses hukum. "Lanjutan kasus ke polisi, hari ini kami melapor, yang kami laporkan dua orang," kata Amir kepada wartawan. Amir mengungkapkan bahwa ia sempat menerima permintaan maaf dari Kepala SMKN Balanipa, Rasjuddin, diketahui merupakan orang tua dari pelaku utama berinisial RA. Meskipun telah memaafkan secara pribadi, Amir menyatakan bahwa perbuatan pidana tidak dapat dihentikan.

"Memang ada permintaan maaf waktu datang orangtuanya, saya maafkan. Tapi perbuatan korban pidana, tidak bisa dimaafkan, harus lanjut," tegas Amir. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, Amir juga telah membawa putrinya ke rumah sakit untuk dilakukan visum sesuai arahan dari pihak kepolisian.

Penganiayaan Terekam Video Pendek

Sebelumnya, kasus ini viral setelah potongan video pendek beredar luas. Dalam video tersebut, SA yang sedang duduk di depan kelas didatangi dua temannya (satu berseragam Pramuka, satu berbaju kaos). Ketegangan bermula saat pelaku mengeluarkan ucapan tidak pantas, yang kemudian membuat pelaku yang memakai seragam Pramuka memukul dan menendang korban secara berulang kali hingga menjadi tontonan. Meskipun sempat dihalau oleh siswi lain yang melarang pemukulan, pelaku tetap menyusul dan kembali menganiaya korban yang terlihat menangis.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan