Polisi Periksa Perangkat Elektronik Mahasiswa Unud yang Meninggal

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Polisi Periksa Perangkat Elektronik Mahasiswa Unud yang Meninggal

Penyelidikan Kematian Mahasiswa FISIP Unud

Personel kepolisian dari Polda Bali sedang melakukan penyelidikan terkait kematian seorang mahasiswa Universitas Udayana yang ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai empat gedung di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, Denpasar. Korban bernama TAS (22), yang merupakan mahasiswa FISIP Unud tersebut, meninggal dunia setelah jatuh dari lantai empat gedung kampus pada Rabu (15/10/2025) pagi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, menjelaskan bahwa polisi telah memeriksa dua perangkat elektronik milik korban, yaitu ponsel dan laptop. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada indikasi tanda-tanda penyebab kematian yang mengarah pada tindakan bunuh diri.

"Ada perangkat dari korban yang kami berusaha dalami, untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda penyebab yang bersangkutan melakukan bunuh diri. Itu ponsel dan laptop," kata Ariasandy, Sabtu (25/10/2025).

Awalnya, polisi menghadapi kesulitan dalam mengakses informasi dari ponsel dan laptop TAS karena adanya penolakan dari pihak keluarga. Selain itu, ibu korban juga telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak memproses kematian putranya tersebut di jalur hukum dan menerima kematian TAS.

Namun, setelah dilakukan pendekatan dan pemberian penjelasan oleh polisi, akhirnya ponsel dan laptop milik TAS diserahkan untuk diselidiki oleh Direktorat Reserse Siber Polda Bali.

Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua perangkat tersebut untuk menganalisa apakah ada hubungan antara kematian TAS dengan pola komunikasi yang ada di dalam perangkat tersebut. Ataukah sebaliknya tidak ada hubungan dengan isi ponsel dan laptop tersebut.

Ariasandy menyatakan akan membuka penyelidikan tersebut kepada publik setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam.

"Masih kami selidiki, begitu sudah selesai, baru kami bisa pastikan apakah kejadiannya ada indikasi ke pidana, dia kecelakaan, atau dia memang betul-betul bunuh diri," ujarnya.

Pemeriksaan CCTV Gedung FISIP Unud

Polda Bali juga mengungkap telah memeriksa CCTV Gedung FISIP Unud dari rentang tanggal 15-20 Oktober 2025. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menyatakan tidak dapat melihat lokasi yang diduga merupakan tempat bunuh diri korban.

Dari semua CCTV yang berada di lantai 4 tersebut, tidak satu pun yang menyorot lokasi tempat korban melakukan bunuh diri.

"Ada tiga CCTV yang statis, tidak bisa digerakkan, mengarahnya ke tangga, kemudian ke bangunan, tetapi tidak meng-cover lokasi korban diduga bunuh diri," ujarnya.

Peristiwa Kematian TAS

Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana berinisial TAS (22) ditemukan tewas usai jatuh dari lantai empat gedung kampus FISIP Universitas Udayana di Kampus Sudirman Denpasar, pada Rabu (15/10) pagi. TAS merupakan mahasiswa FISIP Universitas Udayana.

Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar setelah ditemukan dalam keadaan luka parah. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak berwajib guna menemukan penyebab pasti kematian TAS.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan