Polisi Pernah Periksa TKP Gedung Kwitang, Mengapa Kerangka Manusia Baru Ditemukan Sekarang?

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 24x dilihat
Polisi Pernah Periksa TKP Gedung Kwitang, Mengapa Kerangka Manusia Baru Ditemukan Sekarang?
Polisi Pernah Periksa TKP Gedung Kwitang, Mengapa Kerangka Manusia Baru Ditemukan Sekarang?

Penemuan Kerangka Manusia di Gedung ACC Kwitang Memicu Pertanyaan

Penemuan kerangka manusia di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, akhir Oktober 2025, memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Pasalnya, sebelumnya aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tersebut sejak awal September lalu. Namun, saat itu tidak ditemukan tanda-tanda korban atau aroma tak sedap. Hanya puing-puing sisa kebakaran yang menutupi lantai dan dinding gedung.

Dua bulan setelah insiden tersebut, sisa-sisa kebakaran justru mengungkapkan temuan mengejutkan — kerangka manusia utuh di antara reruntuhan. Hal ini membuat publik bertanya-tanya bagaimana jenazah itu bisa luput dari pemeriksaan pertama.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kabid Humas Polda Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Bhudi Hermanto, menjelaskan bahwa gedung sempat diberi garis polisi pasca insiden pembakaran dan penjarahan pada Agustus 2025. “Setelah kerusuhan, gedung dipolice line karena status quo, agar tidak ada yang mengubah TKP,” ujar Bhudi, Jumat (7/11/2025).

Menurut Bhudi, pada 19 September pemilik gedung meminta izin untuk melakukan inspeksi titik api. Sehari kemudian, garis polisi dibuka sementara untuk keperluan penyelidikan dan proses perbaikan gedung. “Penyidik Polres Jakpus mengizinkan untuk melepaskan police line untuk penyelidikan. Setelah itu pemilik melakukan perbaikan dengan vendor,” jelasnya.

Namun, justru setelah gedung mulai dibersihkan dan dirapikan, kerangka manusia itu baru ditemukan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Roby Heri Saputra, yang ikut menangani kasus awal kebakaran, mengaku timnya tidak menemukan tanda adanya korban jiwa saat pemeriksaan pertama. “Kita sudah cek secara menyeluruh tapi tidak bisa melihat maupun mencium (mayat Reno dan Farhan), karena di lokasi tersebut tercampur puing-puing sisa kebakaran,” kata Roby.

Penemuan kerangka itu pun menimbulkan kejanggalan baru. Apakah saat olah TKP pertama, tubuh korban tertimbun terlalu dalam? Atau ada kemungkinan lain yang membuat jasad itu baru terungkap setelah dua bulan?

Hingga kini polisi masih mendalami penyebab kematian korban. “Penyelidikan terus berjalan. Kami tunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan tambahan dari pihak-pihak terkait,” ujar Bhudi singkat.

Proses Penyelidikan dan Kejanggalan yang Muncul

Beberapa hal yang menjadi pertanyaan utama dalam kasus ini adalah:

  • Mengapa tidak ditemukan tanda-tanda korban saat olah TKP pertama?
  • Apakah korban tertimbun di bawah puing-puing yang tidak terlihat oleh petugas?
  • Apakah ada faktor lain yang memengaruhi penemuan jenazah belakangan?

Selain itu, penggunaan garis polisi dan proses perbaikan gedung juga menjadi topik perbincangan. Dalam hal ini, kebijakan polisi untuk membuka garis polisi sementara demi penyelidikan dan perbaikan gedung mungkin berkontribusi pada perubahan kondisi lokasi.

Polisi tetap berkomitmen untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan. Hasil pemeriksaan forensik akan menjadi kunci dalam menentukan penyebab kematian korban dan kejanggalan-kejanggalan yang muncul.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan