Polisi: Reno dan Farhan Bukan Korban Pembunuhan

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Polisi: Reno dan Farhan Bukan Korban Pembunuhan

JAKARTA, aiotrade
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa dua kerangka yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan. Ia menegaskan bahwa kedua korban bukanlah hasil dari tindakan pembunuhan.

"Bukan (korban pembunuhan)," ujar Budi saat konferensi pers di RS Polri Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025).
Budi menjelaskan bahwa Reno dan Farhan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di Gedung ACC pada akhir Agustus 2025 lalu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Yang bersangkutan terperangkap di gedung yang terbakar pada saat aksi kerusuhan, bukan korban pembunuhan," tambahnya.

Polisi juga menemukan rekaman video amatir yang memperlihatkan kedua korban berada di sekitar Gedung ACC Kwitang sebelum peristiwa kebakaran terjadi.

“Ada video amatir yang menunjukkan dua orang itu berada di sekitar lokasi kejadian kalau kita kegiatannya enggak bisa (memastikan),” tutur Budi.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pihak yang menjadi provokator dalam peristiwa kerusuhan tersebut.

Hasil Identifikasi RS Polri
Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati memastikan dua kerangka yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan.

Kepala Biro Laboratorium dan Dokumen Kesehatan (Karo Labdokkes) Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti menjelaskan, hasil pemeriksaan sekunder terhadap struktur tulang menunjukkan bahwa keduanya berjenis kelamin laki-laki.

“Hasil pemeriksaan DNA dan gigi postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi Reno Syahputra Dewo anak biologis dari bapak Muhammad Yasin,” jelas Sumy Hastry.

Sementara itu, identifikasi terhadap kerangka lainnya dilakukan menggunakan data sekunder berupa perhiasan dan ikat pinggang, serta pemeriksaan DNA dari tulang.

“Hasil pemeriksaan nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi Muhammad Farhan,” jelasnya.

Polda Metro Jaya menyebut penyelidikan atas insiden kebakaran di Gedung ACC Kwitang masih berlanjut untuk memastikan penyebab pasti dan mengungkap pemicu kerusuhan yang menyebabkan dua korban terperangkap di dalam bangunan.

Proses Identifikasi Korban

Proses identifikasi korban melalui berbagai metode ilmiah dan teknologi modern. Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh tim forensik:

  • Pemeriksaan DNA
    Hasil pemeriksaan DNA sangat penting dalam mengidentifikasi jenazah yang sudah dalam kondisi tidak utuh. Data DNA dari jenazah dipadukan dengan data antemortem dari keluarga korban.

  • Pemeriksaan Gigi Postmortem
    Gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang bisa bertahan dalam kondisi ekstrem. Pemeriksaan gigi membantu mempercepat proses identifikasi korban.

  • Analisis Data Sekunder
    Selain DNA dan gigi, data seperti perhiasan, ikat pinggang, atau pakaian yang dikenakan korban juga digunakan sebagai pendukung identifikasi.

  • Rekaman Video Amatir
    Rekaman video yang diambil oleh masyarakat sekitar lokasi kejadian memberikan informasi tambahan tentang keberadaan korban sebelum kejadian.

Penyelidikan Lanjutan

Meskipun identifikasi korban telah selesai, penyelidikan terhadap penyebab kebakaran dan pemicu kerusuhan masih berlangsung. Polisi berkomitmen untuk mengungkap semua fakta agar dapat memastikan keadilan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Dalam waktu dekat, pihak berwenang akan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai lembaga terkait untuk mempercepat proses penyelidikan dan memberikan jawaban yang jelas kepada masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan